Di Maros, Istri Lebih Banyak Gugat Suami

Jumlah kasus perceraian di Maros mengalami peningkatan drastis dibanding tahun 2017 lalu. Bahkan selisih dengan tahun 2018, mencapai 150 kasus.

Di Maros, Istri Lebih Banyak Gugat Suami
ansar/tribunmaros.com
Humas Pengadilan Agama (PA) Maros Irham Riad. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Jumlah kasus perceraian di Maros mengalami peningkatan drastis dibanding tahun 2017 lalu.

Bahkan selisih dengan tahun 2018, mencapai 150 kasus hingga November.

Baca: Bupati Sinjai Andi Seto Kunjungan Kerja ke Banyuwangi Belajar Smart Kampung

Baca: NH Minta Caleg Golkar Pangkep Gaungkan Program Golkar Bangun Kampung

Beradasarkan data yang disampaikan oleh Humas Pengadilan Agama (PA) Maros Irham Riad, tahun 2018 sebanyak 650 kasus perceraian. Sementara 2017, hanya 500 kasus perceraian.

Irham mengatakan, dari jumlah 650 kasus perceraian, lebih banyak gugatan cerai dari istri. Rerata warga cerai lantaran cekcok dan persoalan ekonomi.

"Dari 650 kasus, sekira 80 persen diantaranya, merupakan perempuan yang mengajukan gugatan. Sebagian besar perempuan berada dalam posisi sebagai korban," katanya.

Baca: Robert Mengaku Punya Bukti Soal Match Fixing di Indonesia

Baca: Ketua KSR-PMI STIA Puangrimagalatung Berbagi Pengalaman Jadi Relawan

Sementara selebihnya merupakan cerai talak yang diajukan pihak suami. Suami menggugat lantaran sudah tidak merasa cocok dengan sifat istrinya.

"Suami yang menggugat sangat sedikit dibanding perempuan," katanya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Ansar
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved