Belum Rampung, Jembatan Rp 1 M di Camba Roboh

jembatan tersebut sudah roboh padahal sementara proses perampungan. Jembatan tiba-tiba roboh, Senin sore kemarin.

Belum Rampung, Jembatan Rp 1 M di Camba Roboh
ansar/tribunmaros.com
Proyek pembangunan jembatan senilai Rp 1 miliar, di Desa Sawaru, Kecamatan Camba, Maros, roboh sebelum rampung.   

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Proyek pembangunan jembatan senilai Rp 1 miliar, di Desa Sawaru, Kecamatan Camba, Maros, menunai protes dari warga sekitar, Selasa (4/12/2018).

Pasalnya, jembatan tersebut sudah roboh padahal sementara proses perampungan. Jembatan tiba-tiba roboh, Senin sore kemarin.

Padahal di daerah sekitar jembatan sepanjang 40 meter dan lebar lima meter tersebut, tidak terjadi hujan, longsor ataupun bencana alam lainnya.

Baca: Rusak Parah, Kondisi Jalan Penghubung Kecamatan di Jeneponto Belum Dapat Perhatian Pemerintah

Baca: BKPSDM Sinjai Umumkan Hasil Tes SKD CPNS 2018, Cek di Sini

Baca: UPDATE 109 Instansi Umumkan Hasil SKD CPNS 2018 Ikut SKB, Cek Nomor & Namamu di Link Resmi, Lolos?

Seorang warga, Ramang mengatakan, jembatan roboh saat pekerja sudah meninggalkan lokasi. Saat itu kondisi sedang sepi, namun tiba-tiba jembatan mengeluarkan suara gesekan besi.

"Kemarin sore, jembatan tiba-tiba roboh. Awalnya, situasi sekitar aman. Tapi tiba-tiba ada suara gesekan besi dan reruntuhan beton. Kami cari sumber suara, ternyata jembatan roboh," katanya.

Proyek jembatan tersebut dikerjakan oleh adik kandung, anggota DPRD Maros, Amirullah Nur, Haji Aidil.

Ramang menyampaikan, saat ini kondisi besi tengah jembatan juga patah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kasus tersebut.

"Kemungkinan ini salah perencanaan lagi. Pernah saya lihat gambarnya, tapi modelnya seperti jembatan lain. Mungkin model baru lagi. Jembatan ini dijadikan eksprimen, tapi gagal," katanya.

Ramang mengatakan, selama proses pengerjaan dua bulan terkahir, pekerja dibiarkan bekerja tanpa pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum.

Hal tersebut membuat kontraktor leluasa mememainkan spesifikasi bangunan. Padahal, jika jembatan dibangun tanpa berdasar pada spesifikasi, maka resikonya tinggi.

"Untung roboh sebelum difungsikan. Coba seandainya, ada kendaraan yang melintas, namum tiba-tiba roboh, pasti ada korban jiwa," katanya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved