Tebas Leher Petani Padaelo Mandai, Begini Pembelaan Pelaku

Seorang petani di Dusun Padaelo, Desa Tenringangkae, Kecamatan Mandai, Maros, Rasyid (46) ditahan oleh Polsek, setelah menebas tetangganya

Tebas Leher Petani Padaelo Mandai, Begini Pembelaan Pelaku
ansar/tribun timur
Seorang petani di Dusun Padaelo, Desa Tenringangkae, Kecamatan Mandai, Maros, Rasyid ditahan oleh Polsek, setelah menebas tetangganya, Kacong. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Seorang petani di Dusun Padaelo, Desa Tenringangkae, Kecamatan Mandai, Maros, Rasyid (46) ditahan oleh Polsek, setelah menebas tetangganya, di area persawahan, Minggu kemarin.

Rasyid menebas bagian leher korban, Kacong (50) setelah cekcok soal air sawah.

Baca: Bosowa Berlian Catat 76 SPK di MMAE 2018

Baca: Gubernur Sulbar Terisak Bahas Program Peternakan Sapi

Rasyid mengaku tidak pernah berencana untuk menghabisi nyawa korban. Kasus pembunuhan dilakukannya hanya terjadi secara spontan saja.

Menurut Rasyid, sebelum kejadian, korban mendatanginya sambil membawa cangkul. Korban kemudian marah-marah karena pematang sawahnya dijebol untuk aliran air.

"Sawah saya ada di atas sawah korban. Saya mau traktor, tapi sawah saya banyak airnya. Makanya saya harus alirkan ke sawahnya (korban). Tapi dia marah. Terus air sawah saya mau dibuang ke mana," katanya, Senin (3/12/2018).

Korban kemudian mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Saat suasana memanas, korban ingin menghantam pelaku dengan cangkulnya.

Namun pelaku menghindar dan mencabut parangnya. Saat itu pelaku menebas bagian leher dan kepala korban, hingga jatuh ke air.

Pelaku mengaku, menebas korban menggunakan parang lebih dari tiga kali. Tebasan mengenai leher, kepala dan pinggang korban.

Minggu kemarin, duel antara pelaku, Rasyid dengan korban, Dg Kacong terjadi di area persawahan.

Baca: VIDEO: Bawaslu Mamuju Gandeng Satpol PP Tertibkan APK Caleg

Baca: Puskesmas Lampa Pinrang Raih Akreditasi Paripurna

Dugaan sementara, duel tersebut disebabkan karena pelaku menjebol pematang sawah korban untuk aliran air. Namun korban keberatan jika sawahnya dialiri air bekas pelaku.

Hanya saja, dalam kasus tersebut tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. Hal itu membuat Polisi masih terus melakukan pendalaman.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Ansar
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved