KKN UNM Ajak Siswa Disabilitas Polman dan Majene Karnaval dan Lomba

KKN Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar karnaval budaya dan berbagai lomba dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional di pendopo

KKN UNM Ajak Siswa Disabilitas Polman dan Majene Karnaval dan Lomba
EDYATMA JAWI/Tribunpolman.com
Siswa difabel sedang menunjukkan tarian saat lomba Hari Disabilitas Internasional di pendopo kantor Kecamatan Wonomulyo, Polman, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN -- KKN Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar karnaval budaya dan berbagai lomba dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional di pendopo kantor Kecamatan Wonomulyo, Polman.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional itu melibatkan Sekolah Luar Biasa (SLB) dari dua kabupaten. Yakni Kabupaten Polman dan Majene.

Baca: Kader Nasdem Pangkep Harap Wasit Bhayangkara Vs PSM Netral

Baca: Cerita Kepala SLBN 1 Wajo, 32 Tahun Mengabdi Demi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Ketua Panitia, Nasar menjelaskan, karnaval diikuti oleh siswa disabilitas. Mereka menggunakan pakaian ada dan berjalan dari lapangan SLB Negeri Wonomulyo menuju alun-alun.

"Karnaval dari sekolah kita jalan dan membagikan bunga," ujar Nasar, Senin (3/12/2018).

Setelah tiba di alun-alun Wonomulyo, lanjut Nasar, peserta karnaval lalu membentangkan kain. Kain tersebut dibubuhi tandatangan petisi mendukung penghentian diskriminasi bagi difabel.

Usai karnaval, peserta lalu menuju pendopo kantor camat Wonomulyo. Di tempat itu berlangsung berbagai lomba untuk difabel.

Lomba yang dipertandingkan yakni menari, fashion show dan pembacaan puisi.

Baca: Sasar Pemilih Perempuan, KPU Soppeng Datangi Ibu Bhayangkari

Baca: Ini Harapan Bambang Ramadan Pendiri Komunitas Empat Titik di Hari Disabilitas Internasional

Mahasiswa KKN UNM, Rahman Saleh menyampaikan, kegiatan itu sebagai bentuk sosialisasi pada warga untuk menghargai difabel. Sebab mereka memang butuh kepedulian dan perhatian masyarakat.

Selain itu, kejadian tersebut juga untuk menunjukan pada warga bahwa difabel bisa melakukan banyak hal. Termasuk menari, fashion show dan baca puisi selayaknya anak normal. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: edyatma jawi
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved