Imam Besar Masjid New Work Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unismuh

Pendidikan Ulama Tarjah Muhammadiyah (PUTM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, gelar seminar internasional

Imam Besar Masjid New Work Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unismuh
Humas Unismuh
Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim saat membuka seminar internasional di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Pendidikan Ulama Tarjah Muhammadiyah (PUTM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, gelar seminar internasional bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unismuh, Senin (3/12/2018).

Seminar yang dihadiri ratusan ornag tersebut menghadirkan, Iman Besar Masjid New York Ustadz Shamsi Ali dan Minsarnawati Tahangnacca dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Baca: Es Sarang Walet Favorit Pelanggan Restoran Ratu Gurih

Baca: Bahas Baliho Langgar Aturan, Bawaslu Sidrap Gelar Rakor

Bertajuk Islam dan Issu Kesehatan Dunia,  seminar dibuka oleh Rektor Unismuh Dr Abdul Rahman Rahim. Hadir pula Dekretaris PUTM Unismuh Makassar Dr Dahlan Lamabawa, para wakil dekan dan sejumlah dosen Unismuh.

Rektor Rahman dalam sambutannya menyambut gembira seminar internasional yang digelar PUT Unismuh kerjasama dengan Fakultas Kedokteran. Menurut Rahman Rahim kehadiran kedua pemateri dalam seminar ini akan menambah wawasan kita mengenai perkembangan Islam secara global khususnya di Amerika serta isus-isu kesehatan saat ini.

Sementara Shamsi Ali yang juga alumni pesantren Muhammadiyah Gombara, menceritakan pertama kali dirinya datang ke Amerika tahun 1995 dimana persepsi Islam di dunia barat sangat buruk sekali. Stigma dunia barat telah menganggap Islam itu berpakaian sorban, menggunakan pedang terhunus, dekat dengan unta, miskin dan terkebelakang.

“Stigma inilah yang selama ini terbangun dimata dunia barat sehingga pemahaman mereka terhadap Islam selama ini sangat buruk,”kata putra kelahiran Kajang Bulukumba, Sulawesi Selatan  tersebut. 

Untuk mengubah stigma tersebut kata Shamsi Ali, harus dimulai dari diri kita, yakni kita harus membangkitkan kebesaran Allah SWT, bahwa Islam itu adalah sumber kedamaian seluruh umat bukan sumber perpecahan sebagaimana stigma dalam pemahaman konteks global di dunia barat.

"Salah satu tantangan terbesar sekaligus kelemahan yang saya rasakan selama di Amerika didalam mendakwakan Islam adalah kurangnya media publikasi tentang Islam yang benar,"kata Syamsi. 

Untuk kata Syamsi, butuh keikhlasan mendakwakan Islam yang harus keluar dari hati yang tulus dan semata-mata bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia. Selain itu didalam mendakwakan Islam dapat membangun rasa kasih sayang tidak saja kepada sesama muslim tetapi juga bagi non muslim.

Baca: 25 Calon Hakim Agung Ikut Seleksi Kompetensi dan Kepribadian

Baca: Difabel Peringati Hari Disabilitas di Huntara Petobo Palu

Alhamdulillah, menurut Shamsi Ali perkembangan Islam di dunia barat terutama di Amerika mengalami perkembangan yang luar biasa. Dan sekarang ini Islam telah menjadi agama terbesar kedua di Amerika setelah Kristen.

Sementara Minsarnawati Tahanacca dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan tentang isu kesehatan global. 

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved