Oknum Penegak Hukum Terlibat Kasus Pasar Panjallingang, Besok Kejari Maros Periksa Rekanan

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Maros, Agung Riadi menarget, segera menyeret tersangka, termasuk oknum penegak hukum tersebut

Oknum Penegak Hukum Terlibat Kasus Pasar Panjallingang, Besok Kejari Maros Periksa Rekanan
ansar/tribunmaros.com
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Maros, Agung Riadi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, terus mendalami keterlibatan oknum penegak hukum dalam kasus dugaan korupsi pasar Panjalingang, Kecamatan Bontoa.

Untuk memastikan keterlibatan oknum tersebut, Kejari Maros gencarkan pemeriksaan saksi. Rencananya, Senin besok, Kejari memanggil rekanan untuk diperiksa sebagai saksi.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Maros, Agung Riadi menarget, segera menyeret tersangka, termasuk oknum penegak hukum tersebut jika terbukti terlibat.

"Besok, kami jadwalkan pemanggilan rekanan. Masih ada dokumen yang belum diserahkan kepada kami. Ini masih sebatas pemeriksaan saksi," kata Agung, Minggu (2/12/2018).

Sejumlah pihak yang terlibat atau bekerjasama menerima keuntungan, dipastikan menjadi tersangka jika terbukti bersalah.

Berbagai saksi yang telah diperiksa Kejari diantaranya, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Kopumdag), Frans Johan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), rekanan atau kontraktor dan tim Serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over (PHO).

Pengusutan dilakukan kejari terhadap proyek senilai Rp 1,5 miliar dengan sumber dari APBD 2017 tersebut, dijadwalkan rampung tahun lalu. Tapi pengerjaannya menyeberang tahun.

"Kami juga sudah memeriksa saksi ahli. Tinggal penguatannya saja kami butuhkan sebelum ada tersangka. Semua yang terlibat, pasti kami tersangkakan," katanya.

Keterlibatan oknum penegakan hukum, telah disebutkan oleh saksi yang telah diperiksa.

Selain lapak, Kejari juga mempermasalahkan pemasangan tegel lantai pasar yang tidak rata. Bangunan bagian utara pasar lebih tinggi dibanding selatan.

Kontraktor bekerja asal-asalan dan dinilai mengejar keuntungan banyak. Hasilnya, kualitas bangunan tidak maksimal.

Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved