Rakorda, PKK Sulsel Prioritaskan Lansia

Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestaity F Nurdin Abdullah mengatakan masyarakat lanjut usia

Rakorda, PKK Sulsel Prioritaskan Lansia
foto Humas Pemprov Sulsel
KETUA PKK Sulsel Liestaity F Nurdin foto bareng pengurus PPK Sulsel disela-sela Rapat koordinasi daerah (Rakorda) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan di Hotel Four Points Sheraton, Jl Andi Djamma, Makassar, Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestaity F Nurdin Abdullah mengatakan masyarakat lanjut usia atau lansia harus terus dipupuk dan dikembangkan.

Karena itu, lanjut Liestiany, mengatakan, PKK Sulsel membuat program khusus untuk memberi tanda berupa stiker di depan rumah yang dihuni penduduk berusia di atas 75 tahun.

Baca: Gempa Bumi Maluku 6,5 SR Hari Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Baca: 10 Buku Best Seller Bulan November di Gramedia Mall Panakukkang

Hal itu dikatakannya Liestaity di sela-sela Rapat koordinasi daerah (Rakorda) PKK Sulsel, Hotel Four Points Sheraton, Jl Andi Djamma, Makassar, Sabtu (1/12/2018).

"Stiker ini menjadi penanda agar lansia memperoleh perhatian khusus dalam berbagai program pemerintah. Kalau ada kegiatan-kegiatan bakti sosial misalnya, mereka menjadi prioritas,” tegas Liestaity.

Kedua, persoalan stunting dan gizi buruk. Presiden Joko Widodo, menurutnya menaruh harapan besar pada kader PKK untuk mengatasi masalah itu.

Ia pun mendorong kader PKK untuk aktif terlibat. Terutama untuk persoalan gizi dan 1.000 hari pertama kelahiran anak.

Baca: Link Sscn.bkn.go.id, Hasil Lengkap Tes SKD CPNS 2018 Format PDF Hari Ini Sabtu (12/1/2018)

Baca: Akhirnya Sampah Puluhan Tahun Mengendap di Danau Matano Luwu Timur Dibersihkan

Liestaity juga berbagi cerita, pengalaman selama enam tahun di Jepang, bagaimana mereka menjaga anak-anak yang lahir sehingga tumbuh kuat dan cerdas.

"Dia memang dipelihara dari perut dengan memberikan susu untuk kebutuhan bayi, lahir pun itu anak masih dikasi susu untuk ibu sehat ASI-nya kan, kita butuh anak-anak yang sehat 15 tahun kedepan," ujarnya.(ziz)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Abdul Azis
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved