Pelaku Begal Putus Tangan Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara, Keluarga Imran: Ringan Sekali

Pasalnya, Sulviani menganggap, apa yang diperbuat pelaku telah membuat Imran cacat seumur hidup.

Pelaku Begal Putus Tangan Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara, Keluarga Imran: Ringan Sekali
Foto Profil Sulviani
Sepupu Imran (20), Sulviani (22).

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Sulviani (22) menilai ancaman hukuman yang bakal dijalani pelaku begal yang menebas tangan supupunya, Imran (20), tidak sebanding dengan apa yang diperbuat pelaku.

"Ringan sekali hukumannya kalau 12 tahun ji, masa Imran cacat seumur hidupmi baru pelaku begal 12 tahun ji dipenjara," kata Sulviani kepada awak TribunTimur.com, Jumat (30/11/2018).

Pasalnya, Sulviani menganggap, apa yang diperbuat pelaku telah membuat Imran cacat seumur hidup.

Baca: Berikut Ini Info Terbaru Penerimaan CPNS Luwu Utara

Baca: Fakta & Kehebatan Faisal Nasimuddin, Putra Konglomerat Ganteng Abis dikaitkan dengan Luna Maya

Baca: Biasanya Garang, Mengapa Deddy Corbuzier Nangis Tersedu Saat Wawancarai 2 Wanita Ini? Lihat Videonya

"Andai kata pake perbandingan, apa yang dialami Imran 100 persen parah, sedangkan pelaku kejahatan baru dua persen," ujar Sulviani.

Ia pun berharap, agar para pelaku yang terlibat dalam kasus itu, dapat disanksi seberat-beratnya.

"Dihukum seberat-beratnya, di penjara seumur hidup atau dikasih patah ibu jarinya. Karena otomatis kalau sudah dikasih patah, pelaku begal tidak bisa lagi memarangi," harap Sulviani.

Pengungkapan kasus begal potong tangan oleh Polrestabes Makassar, berlansung, Kamis, kemarin.

Ada lima pelaku yang diamankan polisi terkait kasus itu. Firman alias Emang (22), Aco alias Pengkong (21), Zaenal alias Enal (19), Fatullah alias Ulla (18) dan Imran alias Imran (37).

Aco alias Pengkong berperan sebagau inisiator aksi begal sadis terhadap Imran, dengan jeratan pasal 365 ayat 2 junto pasal 56 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Firman alias Emang (22) berperan sebagai eksekutor atau penebas tangan dan perampas ponsel Imran. Ia dijerat pasal 365 ayat 2 junto pasal 56 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Fatullah alias Ulla, selaku pemilik motor yang digunakan Emang dan Aco melancarkan aksinya terhadap Imran. Fatullah pun dijerat pasal 365 ayat 2 junto pasal 56 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Zaenal alias Enal, selaku pemilik kelewang atau parang yang digunakan Emang memotong tangan Imran. Zaenal dijerat dengan pasal 365 ayat 2 junto pasal 56 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Imran, selaku penadah handpone curian milik Imran yang dirampas pelaku begal. Ia pun dijerat dengan pasal 480 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara.

Imran menjadi korban begal di Jl Datu Ribandang, Makassar, Minggu (25/11/2018). Tanga kirinya putus ditebas pelaku begal dan ponsel milinya dirampas. (*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved