81 Hari Disandera, Bagaimana Kabar TKI asal Polman-Majene ?

Kedua TKI yang bekerja di Malaysia itu menghilang sejak, Selasa 11 September dini hari.

81 Hari Disandera, Bagaimana Kabar TKI asal Polman-Majene ?
Edyatma Jawi/Tribunpolman.com
Istri Samsul, Fitriani saat didatangi di rumahnya di Dusun To Salama Desa Lalattedong Kecamatan Sendana, Majene. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN -- 81 hari pasca menghilang, belum ada kabar dari dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sulawesi Barat (Sulbar) Samsul dan Hamdan alias Osman.

Kedua TKI yang bekerja di Malaysia itu menghilang sejak Selasa 11 September 2018 dini hari. Mereka diduga diculik kelompok bersenjata saat berlayar di perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia menggunakan Kapal Dwi Jaya 1.

Namun hingga kini belum ada informasi keberadaan keduanya.

Baca: Uang Hibah Unhas Rp 10 Miliar, Muhammadiyah Rp 3 M, Kenapa NU Cuma Rp 100 Juta?

Baca: Genjot Imunisasi MR, NA: Ini Sudah Dikaji MUI

Baca: BKPSDM Soppeng Belum Terima Jadwal SKB

Samsul merupakan nahkoda kapal berbendera Malaysia itu. Ia berasal dari Dusun To Salama Desa Lalattedong Kecamatan Sendana, Majene.

Sementara Hamdan alias Osman merupakan wakil kapten atau dikenal dengan sebutan second. Ia lahir di Camba-Camba Desa Tallu Banua, Sendana, Majene. Namun telah tercatat sebagai penduduk Desa Kebun Sari Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman).

Istri Hamdan, Julianti mengatakan, hingga kini belum ada kabar apapun terkait keberadaan suaminya.

"Hampi tiga bulannya mi lagi ini," ucap Julianti sangat khawatir, Jumat (30/11/2018).

Kata ibu satu anak itu, hanya Kementerian Luar Negeri yang kadang mengirim pesan padanya. Ia diminta bersabar dan berdoa untuk keselamatan suaminya.

"Itu ji na bilang," katanya.

Julianti terakhir bicara dengan suaminya melalui sambungan telepon sepekan pasca diculik. Suaminya menyampaikan, bahwa dia disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Waktu itu, suaminya juga mengatakan, penyandera minta tebusan 4 juta ringgit Malaysia.

"Itu ji terakhir yang minta tebusan itu," ungkapnya.

Hal senada disampaikan istri Samsul, Fitriani. Hingga kini Fitriani terus menunggu informasi perkembangan pembebasan suaminya.

"Tapi tidak ada kabar sampai sekarang," ujarnya. (*)

Penulis: edyatma jawi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved