Tangannya Ditebas Begal, Imran Minta Pelaku Dibuat Cacat juga

Imran (19), mahasiswa Teknik asal Enrekang, Sulawesi Selatan yang menjadi korban pembegalan, masih terbaring di Rumah Sakit

Tangannya Ditebas Begal, Imran Minta Pelaku Dibuat Cacat juga
HASAN BASRI
Imran (19), mahasiswa Teknik asal Enrekang, Sulawesi Selatan yang menjadi korban pembegalan, masih terbaring di Rumah Sakit Awal Bros Jl Urip Sumoharjo. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Imran (19), mahasiswa Teknik asal Enrekang, Sulawesi Selatan yang menjadi korban pembegalan, masih terbaring di Rumah Sakit Awal Bros Jl Urip Sumoharjo.

Tangan Imran terputus setelah ditebas para pelaku dengan menggunakan parang di jalan Datut Ribandang Dua, Kecamatan Tallo, pada Senin (23/11/2018).

Imran mengaku sangat bersyukur para pelaku telah berhasil diamankan Polisi. Ia memastikan itulah pelaku yang memaranginya malam itu.

Baca: Keluarga Imran Minta Tangan Pengkong Cs Juga Dipotong, Inilah Hukuman Terberat Pelaku Begal Sadis

Baca: Demo di Fly Over, Mahasiswa Massenrempulu Tuntut Hukuman Setimpal untuk Begal Pemotong Tangan

Imran korban begal sadis potong tangan saat menjalani perawatan di RS Awal Bross, Makassar, Rabu (28/11/2018)
Imran korban begal sadis potong tangan saat menjalani perawatan di RS Awal Bross, Makassar, Rabu (28/11/2018) (tribun timur/muslimin emba)

"Betul ini orangnya, kata Imran sembari menunjuk foto pelaku yang diperlihatkan oleh wartawan kepada korban di Rumah Sakit Awal Bros.

Ia berharap kepada Kepolisian tidak hanya mengamankan dan memenjara para pelaku saja. Pelaku setidaknya mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatanya.

"Kalau hanya di penjara nanti dia keluar berbuat ula lagi. Kalau bisa ditembak lututnya, supaya dia juga rasakan bagaimana kalau cacat," kata Imran.

Aco alias Pengkong (21), begal yang menebas tangan Imran hingga putus, akhirnya ditangkap oleh tim gabungan Polrestabes Makassar.
Aco alias Pengkong (21), begal yang menebas tangan Imran hingga putus, akhirnya ditangkap oleh tim gabungan Polrestabes Makassar. (darul/tribuntimur.com)

Hal itu juga diamini tante korban Subaedah. Sekedar memenjarakan pelaku belum setimpal dengan perbuatanya belum setimpal dengan perlakuanya kepada keponakanya.

"Potong juga tanganya supaya tahu bagaimana rasanya tidak punya tangan," kata Subaedah dengan nada kesal.

Atau kata Subaedah pelaku ditembak lututnya supaya cacat seumur hidup. "saya tidak dendam, cuma kalau tidak dihukum sbeera beratnya takut dia mengulangi lagi perbuatanya," sebutnya.

Beberapa jam yang lalu, Kepolisian Resort Kota Besar Makassar telah merilis penangkapan pelaku.

Pelaku diamnkan sebanyak lima orang yakni Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21), Zainal alias Enal (19), Fatullah alias Ullah (18) dan Imran alias Imran (37). Dari ke lima pelaku, dua diantaranya adalah pelaku utama. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved