Begini Makna Natal Menurut Ketua GPIB Imanuel Makassar

Di Kota Makassar sendiri, jelas persiapan itu sudah mulai dilakukan oleh beberapa gereja. Termasuk GPIB Imanuel

Begini Makna Natal Menurut Ketua GPIB Imanuel Makassar
herson bongga karaeng/tribunmamasa.com
Pendeta Pieter Souisa 

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

Tribuntimur.com, Makassar - Natal kian dekat. Seluruh umat kristiani di seluruh dunia akan merayakannya kurang lebih satu bulan lagi.

Di Kota Makassar sendiri, jelas persiapan itu sudah mulai dilakukan oleh beberapa gereja. Termasuk GPIB Imanuel yang terletak di Jl. Balaikota No.1 Baru Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kalau berbicara tentang natal itu sudah biasa, Perayaan natal bukan saja di rayakan pada bulan Desember. Tetapi kita tahu persis bahwa sebenarnya natal itu di rayakan setiap hari untuk mempersiapkan hati kita. Bagaimana hidup "selalu bersuka cita", ketika kita bersuka cita disitulah kelahiran natal," kata Pendeta Pieter Souisa saat di temui Tribun Timur Makassar, Rabu (28/11/2018) pada siang tadi.

Berbicara tentang natal, di GPIB Imanuel Makassar perayaannya tidak di pusatkan sebagai natal Jemaat. Tetapi natal persektor sektor. Dalam sektor itu ada bagian pada Jemaat Imanuel yang disebut sektor pelayanan.

"Jadi dalam Jemaat GPIB Imanuel Makassar ini ada 10 sektor, 10 sektor itu merayakan perayaan natalnya di tanggal yang berbeda beda. Ada yang tanggal 28, 29, bahkan 5 januari," jelasnya.

Akan tetapi, tak jadi masalah jika perayaan natal dilakukan dengan hari yang berbeda.
"Tapi yang biasa di satukan itu biasanya menyambut natal tanggal 24 Desember itu di adakan untuk menyambut tanggal 25 Desember, jadi ada ibadah gabungan, dan tanggal 31 itu ada ibadah untuk menyambut tahun baru tanggal 1 januari," paparnya.

Menurutnya, tanggal 31 Januari itu biasa di sebut kunci tahun untuk menyambut tahun yang baru 2019. Sehingga untuk perayaan natal nanti tidak ada perbedaan dari tahun tahun kemarin.

"Tapi kalau setiap hari minggu seperti biasa aja, tgl 24, 25 dan juga ad natal kedua tgl 26, tgl 26 itu diadakan sakramen baptisan kudus bagi jemaat GPIB Makassar," imbaunya.

Menurutnya jika menjadi hamba Tuhan (Pendeta) pasti tidak mungkin tidak ada dukanya pasti ada, kadang kadang duka kita itu ketika mengadakan suatu rapat. Rapat itu kan banyak sekali ya, katakanlah memberikan pandangan pandangan tidak sesuai dengan program kerja itu atau pandangan yang berbeda beda , sehingga kita di tuntut untuk bisa berifikir bagaimana untuk mengatasi itu, jadi banyak hal yang kita alami di dalam memimpin Jemaat ini.

"Tetapi suka citanya juga banyak, suka citanya itu bahwa Jemaat itu sangat memperhatikan kita, semua fasilitas disediakan baik mobil, baik rumah, tetapi mobil dan rumah itu adalah rumah dinas bukan rumah pribadi pada saat masa tugas kita berakhir (mutasi) ya, kita tinggalkan.

Namun Pendeta Pieter Souisa berharap
untuk Natal dan Tahun baru ini bisa membawah suka cita bagi seluruh umat, bukan hanya untuk umat kristiani tapi seluruh masyarakat.
Dan bagaimanapun kita hidup untuk saling bertoleransi antar umat beragama.

Saling menghargai satu dengan yang lain, dan kami juga harapkan agar natal tahun 2018 sejuk, aman, kondusif. Hal itu yang perlu kita jaga, untuk keamanannya. Bukan hanya di sulawesi selatan tapi di seluruh indonesia ini.

Nama : Pdt. Pieter Souisa
Umur : 61 Tahun
Ttl : Ambon, 12 September 1957
Hobby: Menyanyi, Catur, Pimpong
Latar belakang Pendidikan :
1.SD Kirsten
2.SMP Kristen ambon
3.STM Negeri Ambon
4.STT Intim Makassar
Tantangan yang di hadapi : setiap orang pasti mempunyai tantangan terutama di GPIB semua suku ada
Pengalaman Organisai :
1.Anggota PDI pada saat masih Sekolah (STM)
2.Mengikuti Paduan Suara
Pengalaman Kerja :
1. Ketua I di PGI Wilayah di balik papan 2004

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved