2019, Dinas Pendidikan Sulsel Kekurangan Guru Produktif

Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo mengungkap guru produktif bakal banyak pensiun 2019.

2019, Dinas Pendidikan Sulsel Kekurangan Guru Produktif
Saldy
Forum Dosen kembali menyelenggarakan dialog terbuka di Gedung Tribun Timur, Jl Cendrawasih, kota Makassar, Rabu (28/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo mengungkap guru produktif bakal banyak pensiun 2019.

"Memang beda guru produktif dengan guru mata pelajaran biasa, kekurangan kita di SMK. Ada satu SMK kita tahun ini, 20 guru produktif akan pensiun semua," katanya dalam diskusi forum Dosen di Redaksi Tribun Timur, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Rabu (28/11/2018).

Masalahnya, pemerintah hanya mengangkat guru baru tidak ada guru produktif.

Baca: Begini Jadinya Jika Caleg Nasdem Triple 7 Bertemu

Baca: 5 Fakta dan Penyebab Stephen Hillenburg Si Kreator SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia

"Misalnya, pengangkatan guru bahasa Jerman dan Jepang. Kami butuh sekitar 10 ribu guru honorer, langkah ini untuk menjaga stamina guru PNS," katanya.

Ia pun menjelaskan, setiap guru hanya menempatkan 10 jam untuk efektif jam Minggu.

"Guru honorer memang bagus, walaupun ibarat motor China, dan mereka lebih dekat ke anak-anak.
Jadi, kita naikkan waktu mengajar jadi 10 ribu per jam," katanya.

Ia menjelaskan, mereka dulu tidak dapat honor.

"Dulu, gajinya dia tergantung dari komite, pas pindah ke provinsi, kita kasi' insentif mereka per jam. Dulu tak ada pak, mereka mengajar demi bangsa dan negara," katanya.

Awalnya, insentif guru honorer tak dianggarkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved