PLN Hadirkan Eco Green Island di Pangkep, Tanam 500 Bibit Pohon Produktif

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar meresmikan program Bina Lingkungan melalui pemanfaatan dana dari bagian laba

PLN Hadirkan Eco Green Island di Pangkep, Tanam 500 Bibit Pohon Produktif
Humas PLN UIW Sulselrabar
Wujud kepedulian PLN diwujudkan dalam tajuk PLN Eco Green Island berupa bantuan penanaman 500 bibit pohon produktif, bank sampah, serta pembinaan pengolahan sampah menjadi kerajinan, bekerja sama dengan Mapala Tomanurung di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Pangkep. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) kembali meresmikan
program Bina Lingkungan melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wujud kepedulian PLN diwujudkan dalam tajuk PLN Eco Green Island berupa bantuan penanaman 500 bibit pohon produktif, bank sampah, serta pembinaan pengolahan sampah menjadi kerajinan, bekerja sama dengan Mapala Tomanurung di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Pangkep.

Baca: 114 Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia UNM Ini Study Tour ke 4 Kota

Baca: Kasus Ketua Pengurus Yayasan Masjid Agung Palopo Dilimpahkan ke Tipikor Makassar

Hadir dalam acara tersebut Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Utara, Andi Rosdian dan Kepala Badan Permusyawaratan Masyarakat (BPM) Desa Mattiro Bombang Hamka.

Dalam siaran persnya, Selasa (27/11/2018) Andi Rosdian menuturkan, Bina Lingkungan merupakan program rutin PLN untuk memperbaiki kehidupan masyarakat yang ada dilingkungan sekitar PLN dengan tujuan meningkatkan kepedulian dan aset PLN yang telah dititipkan dan digunakan untuk kemaslahatan masyarakat.

"Terima kasih kepada Mapala Tomanurung atas kerjasama dalam bentuk sosialisasi pada masyarakat agar lebih mencintai lingkungan dan bagaimana mendaur ulang sampah dari sampah yang tidak bermanfaat didaur ulang hingga menghasilkan nilai ekonomi dari kerajinan tangan," ujar Andi Rosdian.

Baca: Hingga November 2018, Polres Pinrang Tangkap 130 Pelaku Narkoba

Baca: Kecelakaan Beruntun Libatkan Tiga Mobil di Wajo

Kepala BPM Desa Mattiro Bombang, Hamka menambahkan, sebagai warga pulau Salemo, kegiatan ini dapat memberi dampak yang positif terhadap masyarakat agar output yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat serta ilmu yang telah didapatkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Dengan adanya bantuan Bina Lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar untuk kehidupan yang lebih baik," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved