Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

NA Ajak Wagub Ehime Jepang Tinjau Pengolahan Produk Perikanan di KIMA

Sudah dua hari, Wakil Gubernur Ehime Jepang Thosifumi Joko di kota Makassar, Sulsel.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Waode Nurmin
HANDOVER
Nurdin Abdullah dan Wagub Ehime Jepang 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM-MAKASSAR - Sudah dua hari, Wakil Gubernur Ehime Jepang Thosifumi Joko di kota Makassar, Sulsel.

Kunjungan ini atas kerjasama bilateral antar Pemerintah Indonesia dan Jepang sejak 60 tahun silam.

Baca: Parkir Mobil di BTN Darul Istiqamah Maros, Mobil Warga Balikpapan Hilang

Baca: Jembatan Kassi-Data Rusak, Warga Harap Kejari dan Dinas PU Maros Pantau Lokasi

Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah sendiri memiliki hubungan emosional para elite negeri sakura ini.

Di Makassar, Wakil Gubernur Ehime tidak sekedar dijamu makan makanan tradisional di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, serta melakukan Mou terkait pembangunan daerah terisolir di Sulsel namun juga melihat potensi industri yang ada di Makassar.

Salah satu kunjungan industri dilakukan Wagub Ehime yakni di PT Bogatama Marinusa atau PT BOMAR di Jalan Kima Raya II No.Kav N, 4B1, Biringkanaya, Kota Makassar, Selasa (27/11).

Di tempat ini, Wagub dan kolega asal Jepang, diperlihatkan bagaimana perusahaan perikanan Sulsel mengolah aktivitas perikanannya.

Mereka diterima CEO PT BOMAR Tigor Cendarma, meskipun kunjungan ini tidak diagendakan sebelumnya. Nurdin Abdullah mengajak Wagub Ehime setelah mereka rapat bersama terkait rencana sister province (provinsi kembar) antara Sulsel dan Ehime Jepang.

"Saya tidak sangka Pak Gubernur nelpon dan mau datang. Di sini kami akan memperlihatkan dan menyajikan produk-produk kami," kata Tigor.

Nurdin Abdullah dan Thosifumi melihat proses produksi udang dan juga disuguhi secara langsung menu yang terbuat dari sea food.

Dari pembicaraan mereka, Nurdin Abdullah menyampaikan harapannya agar udang sitto (windu) Sulsel bisa kembali berjaya.

Pemerintah pun untuk dunia usaha dengan program direct call, sehingga komoditas ekspor dapat dengan cepat sampai di lokasi tujuan.

Pihak Bomar menyampaikan dengan hadirnya direct call ini, pengiriman lebih cepat dari satu bulan sebelumnya, dengan pengiriman langsung dari Makassar waktu yang dibutuhkan hanya 16 hari.

Sementara Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah mengaku akan mengoptimalkan kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam memajukan sektor pertanian, perindustrian, dan perikanan.

Baca: Intip Yuk Daftar Buku Panduan UN 2019 untuk SD, SMP, SMA/Sederajat di Gramedia MaRI

Baca: Bupati Ajak Ormas Ciptakan Pemilu 2019 Damai di Luwu Timur

Bagaimana tidak, potensi alam Ehime dan Sulsel tidak jauh berbeda memiliki lahan pertanian, perairan, dan industri.

"Jika kita konsisten, yakin saja apa yang kita harapkan bisa memberikan kesejahteraan bagi petani, dan nelayan," kata NA. (sal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved