Hari Guru

Suka Duka Guru Mengajar di Kaki Gunung Latimojong Enrekang

Muspin yang merupakan guru penjaskes di sekolah yang terletak di kaki Gunung Latimojong tersebut mengaku masih banyak keterbatasan sarana

Suka Duka Guru Mengajar di Kaki Gunung Latimojong Enrekang
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Guru di SMP Satap 5 Baraka, Dusun Rante Lemo, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten, Muspin (32). 

Bahkan, saat hujan turun akses jalan sulit dilalui lantaran berlumpur sehingga membuatnya bersama beberapa guru lainnya kadang harus menginap di sekolah.

"Akses jalan menuju sekolah sangat sulit, untuk perjalanan saya ke sekolah waktu tempuhnya sekitar dua jam dengan jarak hanya 21 Km, jadi untuk pulang pergi tiap harinya sekitar empat jam per hari," kata Muspin kepada TribunEnrekang.com, Senin (26/11/2018).

Tak hanya akses jalan, Muspin yang telah mengabdi selama sembilan tahun sejak 2009 hingga saat ini di sekolah tersebut mengatakan fasilitas dan ketersediaan guru juga masih minim.

Banyangkan saja, jumlah guru hanya ada 15 orang dengan jumlah siswanya ada 161 orang.

Itu pun dari 15 pengajar hanya ada empat orang yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sementara 11 pengajar lainnya adalah honorer.

Dengan jumlah pengajar yang minim, harus membuat beberapa guru merangkap dalam mengajar seperti guru bahasa inggris merangkap pula menjadi guru BK atau guru Penjaskes merangkap guru Bahasa Indonesia.

"Tak hanya itu, jumlah ruangan juga cukup minim, di sana hanya ada tujuh ruangan, enam ruangan untuk tempat belajar mengajar dan satu ruangan jadi multifungsi mulai dari kantor, konseling, dan lainnya," ujar pria kelahiran Luwu, 18 Januari 1985 ini.

Sementara, lanjut Muspin fasilitas seperti laboratorium Mipa dan Komputer dan perpustakaan tidak ada di sekolahnya.

Bahkan, hanya ada dua komputer yang dimiliki oleh sekolahnya padahal tahun depan ada rencananya bakal ada wacana bakal dilakukan UNBK secara merata.

Olehnya itu, Ia berharap adanya perbaikan dan peningkatan fasilitas untuk sekolah tempatnya mengajar agar juga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota.

"Yang paling diminta juga adalah dengan adanya penerimaan CPNS 2018 adalah penambahan guru Mapel matematika dan IPA terpadu, sebab saat ini hanya honorer yang mengajar dan kurang maksimal apalagi mata pelajaran itu di Ujian Nasionalkan," tuturnya.

Data Diri

Nama: Muspin (32)

Ttl: Luwu, 18 Januari 1985

Fb: MParsifa pitriani

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved