Sejak SMA Jalani Jasa Tukang Pijat, Anshar Ahmad Tidak Mau Jadi Kaya! Ini Alasannya

Dalam sehari Anshar bisa memijat 10 hingga 20 orang, meski hanya mengandalkan kemampuannya tanpa menggunakan alat bantu apapun.

Sejak SMA Jalani Jasa Tukang Pijat, Anshar Ahmad Tidak Mau Jadi Kaya! Ini Alasannya
tribun timur/Desi Triana Aswan
Anshar Ahmad (37) tukang pijat keliling area Panakukkang, Kota Makassar, Senin (26/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anshar Ahmad (37), tukang pijat perantau Flores NTT, telah menjadi profesi jasa tersebut selama 20 tahun lamanya.

Diceritakan kepada Tribun Timur, Anshar sapaan akrabnya sangat menyukai jenis-jenis pengobatan tradisional seperti tukang pijat, tabib, hingga bekam, Senin (26/11/2018).

Tidak tanggung-tanggung, dia meluangkan waktunya dalam setahun untuk mengunjungi tempat latihan pemijatan, tabib, dan bekam di Surabaya, Kalimantan, dan Flores NTT.

Dalam sehari Anshar bisa memijat 10 hingga 20 orang, meski hanya mengandalkan kemampuannya tanpa menggunakan alat bantu apapun.

Baca: BREAKING NEWS: Polrestabes Makassar Ambil Alih Kasus Penyekapan Wanita Difabel di Jl Pelita Raya

Baca: Disdukcapil Parepare Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Terbaik di Sulsel

Diakuinya untuk sekali melakukan pemijatan dibandrol dengan harga Rp. 75 ribu sudah termasuk dengan madu gratis yang akan diberikan kepada pasiennya.

"Saya hanya mematok harga segitu, lalu saya beri madu gratis kepada pelanggan saya,"

Walaupun sudah banyak mengatasi pasien dan memiliki pelanggan tetap, pria yang ingin belajar bahasa inggris ini mengatakan tidak ingin menjadi kaya hanya karena jasa yang dimiliki.

Pria yang bercita-cita sebagai seorang guru ini, hanya ingin mendapatkan banyak kenalan dan dapat mengobati orang.

"Saya tidak mau jadi kaya, bukan materi yang saya cari. Walaupun itu kebutuhan utama, namanya orang mau hidup,” jelasnya.

“Asalkan saya sudah bisa makan, orang bisa sembuh dan nyaman, itu sudah cukup," jelasnya.

Dia biasa dibantu oleh sang istri untuk meracikkan obat-obat tradisional.

Dengan menaiki kendaraan roda dua tiap harinya, Anshar Ahmad berkeliling menawarkan jasa urutnya kepada siapa saja di area Panakukkang hingga Tamalate, Kota Makassar.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Arif Fuddin Usman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved