Saksi: Abu Tours Pakai Uang Jamaah Umrah untuk Biayai Pesantren

Hamzah Mamba disebut menyalahgunakan dana milik 96 ribu jamaah umrah untuk kepentingan beberapa unit bisninya.

Saksi: Abu Tours Pakai Uang Jamaah Umrah untuk Biayai Pesantren
HASAN BASRI
Hamzah Mamba (pakai kopiah) 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sidang pemeriksaan saksi atas terdakwa CEO PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours dan Travel), Hamzah Mamba dan mantan Manager Keuangan perusahaan tersebut, di Pengadilan Negeri Makassar, kembali menemukan fakta baru.

Hamzah Mamba disebut menyalahgunakan dana milik 96 ribu jamaah umrah untuk kepentingan beberapa unit bisninya.

Akibatnya jamaah batal menunaikan niatnya untuk beribadah ke tanah suci.

Salah satu unit bisnis Abu Tours yang kecipratan adalah Yayasan Pesantren Al Ikram yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Rita Novia Anita (23), Staf Finance Yayasan Pesantren Al Ikram saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulselbar sebagai saksi di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (26/11/2018).

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Denny Lumban Tobing, Rita mengatakan gaji dan biaya operasional untuk konsumsi diperoleh dari HRD Abu Corps.

Totalnya sebanyak Rp 400 juta.

"Saya tidak tahu kalau dana dari Abu Tours itu dana dari jamaah. Saya baru tahu ketika ada di media ternyata dana Abu Tours itu dari dana umrah dan dibagikan ke bisnis Abu Corps lainnya," sebutnya.

Selain itu, terdapat juga mobil operasional pengelola yayasan pesantren. Mobil itu juga berasal dari Abu Tours.

Menurut Rita pesantren Al Ikram Gowa menaungi tiga sekolah untuk tingkat SD, SMP dan tingkat SMP. Totalnya ada sekitar 150 santri.

"Sebagian besar digratiskan karena berasal dari anak yatim dan tidak mampu," sebutnya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved