Masyarakat Peduli Sungai Bila Desak Polda Sulsel Tindaki Pelaku Tambang Ilegal

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB), Andi Kengkeng mendesak aktivitas tambang ilegal di aliran Sungai Bila, Kabupaten Sidrap

Masyarakat Peduli Sungai Bila Desak Polda Sulsel Tindaki Pelaku Tambang Ilegal
amiruddin/tribun timur
AMPSB datangi Polda Sulsel. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB), Andi Kengkeng mendesak aktivitas tambang ilegal di aliran Sungai Bila, Kabupaten Sidrap, dihentikan.

Hal tersebut disampaikan Andi Kengkeng, usai memberi keterangan di hadapan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, Senin (26/11/2018).

"Aktivitas tambang di aliran Sungai Bila sudah sangat meresahkan warga. Meskipun sudah ditutup oleh Pemkab Sidrap, tetap saja masih ada yang beroperasi," kata Andi Kengkeng, kepada tribuntimur.com di Lantai 2 Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Baca: Begal Sadis Berkeliaran di Makassar, Potong Tangan hingga Bacok Kepala. Ini Daftar Kasus Mengerikan

Baca: Hipma Gowa Desak Dinas PU Tertibkan Restoran di Sungai Jeneberang

Andi Kengkeng menambahkan, pihaknya juga mendesak Polda Sulsel memberikan sanksi tegas kepada perusak lingkungan di Sungai Bila.

Sementara itu, Divisi Pengembangan Sumber Daya Anggota dan Penguatan Organisasi Rakyat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Ferdy, mengatakan aktivitas tambang ilegal di Sungai Bila membuat lingkungan sekitar sungai mengalami kerusakan.

Bukan hanya itu, akses jalan sekitar sungai mengalami kerusakan, dan warga sekitar juga diketahui kesulitan memperoleh air bersih.

"Makanya kami desak Polda Sulsel menegakkan hukum terhadap pelaku tambang ilegal di Sungai Bila," ujarnya.

Baca: Ini Harapan Kepsek SD 30 Kassi Jeneponto di Hari Guru Nasional

Baca: Suami Bakar Istri di Barru, Begini Rekam Jejak si Pelaku

Sekadar diketahui, Pemkab Sidrap dibackup Polres Sidrap dan Kodim 1420 Sidrap telah menutup aktivitas tambang ilegal di Sungai Bila belum lama ini.

Namun pasca ditutup, diketahui masih ada pengusaha tambang yang masih beraktivitas.

Penulis: Amiruddin
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved