Dewan Desak Pemkot Makassar Bangun SMP dan SMA di Kecamatan Makassar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendesak pemerintah setempat membangun SMP dan SMA

Dewan Desak Pemkot Makassar Bangun SMP dan SMA di Kecamatan Makassar
abdul azis/tribun-timur.com
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar Badaruddin Opier. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendesak pemerintah setempat membangun sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Makassar.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Makassar, Badaruddin Opier, mengatakan, dua sekolah itu nantinya akan menampung seluruh pelajar di Kecamatan Makassar.

Baca: Ini Harapan Guru Cantik SMAN 9 Sinjai Buat Siswanya di Hari Guru

Baca: Tujuh Saksi Tidak Hadir, Sidang Istri Bos Abu Tours Batal

"Catatan pinggir, sangat miris saya melihat tidak ada bangunan SMP di Kecamatan Makassar. Inilah yang menyebabkan anak-anak disana putus sekolah. Disana banyak anak-anak yang hanya tamatan sekolah dasar. Kenapa? Karena keterbatasan akses melanjutkan pendidikan," kata Bro Opier, Senin (26/11/2018).

Catatan tersebut disampaikan Opier dalam sidang paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Makassar terhadap Ranperda tentang pebambahan penyertaan modal Pemkot Makassar kepada PT BPD Sulselbar dan Ranperda APBD 2019.

"Kalau tidak ada rotan akar pun jadi. Kota Makassar sudah berumur 4II tahun. Dari Kota Madya Ujung Pandang lalu berganti nama Kota Metro Politan Makassar, disana (Kecamatan Makassar) tidak ada sekolah SMP dan SMA," kata Opier disambut tepuk tangan.

"Makanya disana banyak anak-anak kita itu masih kecil sudah tatto. Saya tahu karena saya telusuri, kemarin saya jalan ke rumah keluarga dan mereka kecewa kalau anggota DPRD reses karena tidak pernah singgung pembangunan sekolah," katanya.

Baca: Polda Sulsel: Pelimpahan Berkas Mantan Ketua PWI Sulsel Tunggu Petunjuk Jaksa

Baca: Risna Arianti, Calon Guru yang Ingin Dapat Memotivasi

"Kalau soal lokasinya kan ada bengkel PU itu dijadikan lahan sekolah. Nanti bengkel dipindahkan. Jadi harus ada dana dulu, dana 20 miliar, dua lantai saja dulu Keluarga saja saya banyak tatto bahkan larang kesini karena tidak ada guna katanya sebagai anggota dewan," katanya.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved