Kesepakatan Aliran Air Gratis Diingkari, Warga Jalanru Protes PDAM Barru

Menurut salah seorang warga Jalanru, Yusuf (41), pihaknya protes lantaran komitmen atau kesepakatan pemakaian air antara PDAM Barru dengan warga Jalan

AKBAR
Warga Jalanru Barru, Yusuf (41). 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Warga lingkungan Jalanru, Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) protes terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Barru.

Menurut salah seorang warga Jalanru, Yusuf (41), pihaknya protes lantaran komitmen atau kesepakatan pemakaian air antara PDAM Barru dengan warga Jalanru telah diingkari.

"Sebelumnya aliran air untuk warga setempat (Jalanru) digratiskan oleh pihak PDAM atas dasar kesepakatan bersama pada tahun 2002. Tapi hasil di lapangan, manyarakat diberikan beban mulai muncul tagihan pembayaran di tahun 2013 setiap warga Jalanru," kata Yusuf kepada TribunBarru.com, Sabtu (24/11/2018).

Baca: Ada Pisau Cukur Dalam Tahanan, Kapolres Palopo Bakal Evaluasi Polsek Wara

Baca: Kronologi Penonton Menyerbu dan Berkelahi Massal di Ring Tinju Padahal Ajang Resmi PON Provinsi

Ketua Kelompok Tani Jalanru itu berdalih, sumber mata air yang di pakai PDAM adalah sumber mata air aliran persawahan warga jalanru.

Manyarakat sebelumnya sempat menolak dengan adanya program ini, karena berdampak pada aliran persawahan dan sumber pemakaian air lingkungan jalanru.

Namun, karena PDAM membuat kesepakatan untuk menggratiskan aliran air bagi warga setempat, mata air yang bersumber di Waesai lingkungan jalanru pun disepakati bersama.

"Tapi belakangan ini tidak sesuai dengan hasil kesepakatan warga bersama. PDAM tidak komitmen dari kesepakatan warga yang diputuskan sebelumnya," tandasnya.

Baca: Minyak Goreng Hanya Rp 17.900 di hypermart

Baca: Promo Harga Hemat di Informa Latanete, Blender Mulai Rp 419 Ribu

Baca: VIDEO: Fasilitas Ruang Karaoke SYNC Phinisi Point Makassar

Yusuf menegaskan, jika kesepakatan ini terus diingkari, maka warga Jalanru akan bersatu dan turun tangan mentuntut PDAM untuk meminta hak warga Jalanru.

"Bahkan kalau ini tak dihiraukan, kami akan bongkar dan putuskan pipa besar PDAM yang bersumber di mata air Waisai di Jalanru, karena dengan adanya pipa ini kami warga setempat sangat kekurangan air," ujar Yusuf.

Salah satu pemuda Jalanru, Wandi, menegaskan bahwa yang menjadi kekeliruan juga adalah kwitansi pembayaran yang dimunculkan PDAM untuk warga.

"Kwitansi penagihannya tidak sesuai dengan alamat lingkungan Jalanru, tapi yang tertulis lingkungan Ralla. Ini keliru," ungkapnya.

Wandi pun meminta pihak PDAM Barru agar mencari solusi dan secepatnya menyelesaikan masalah ini.

Sementara itu, pihak PDAM Barru yang dikonfirmasi belum memberikan komentar terkait persoalan tersebut.(*)

Penulis: Akbar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved