Peretasan Akun Whatsapp Marak, ini Saran Dosen Komunikasi Unhas

Pengguna media sosial Whatsapp (WA) diresahkan dengan maraknya aksi penipuan dengan modus meretas akun Whatsapp seorang pejabat atau tokoh tertentu

Serambi News
6 Langkah Mudah Bikin Stiker WhatsApp Pakai Foto Sendiri, Download Aplikasi Ini 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengguna media sosial Whatsapp (WA) diresahkan dengan maraknya aksi penipuan dengan modus meretas akun Whatsapp seorang pejabat atau tokoh-tokoh tertentu.

Pelaku akan mengambil dan memasang foto orang yang diretas untuk dijadikan foto profil WA-nya, dan kemudian akan menghubungi kontak atau orang yang dikenalinya.

Baca: Fraksi Demokrat Minta NA Perhatikan Gizi Balita dan Pengelolaan Aset Daerah

Baca: Ini Rekaman Kata-kata Terakhir Wartawan Jamal Khashoggi Sebelum Dihabisi

Pelaku lalu akan berpura-pura meminta pinjaman uang dengan alasan bermacam-macam, seperti sedang butuh dana untuk keperluan darurat.

Para korban yang tidak sadar telah ditipu akan langsung mentransfer uang sesuai yang diminta pelaku, karena menganggap orang yang meminta uang tersebut adalah kenalannya.

Beberapa pejabat tercatat telah dijadikan korban peretasan untuk digunakan menipu, antara lain Guru Besar UMI Prof Hambali Thalib, anggota DPRD Kota Makassar Abdi Asmara, hingga Kapolres Bulukumba AKBP M Anggi Naulifar Siregar, dan beberapa orang lainnya.

Dosen Komunikasi Universitas Hasanuddin, Syamsuddin Azis mengatakn, fenomena peretasan akun WA ini bukanlah hal baru.

"Ini sebenarnya fenomema lama, cuma variannya saja berubah, dulu kan ada Facebook, email, Friendster, Yahoo Mesengger itu sudah ada. Cuma sekarang orang menganggap WA itu berbeda dari lainnya dan lebih personal," kata Syamsuddin, Rabu (21/11/2018).

Ia mengatakan, pelaku penipuan kemungkinan menganggap Whatsapp sebagai saluran yang sifatnya sangat personal, dan bisa langsung dipakai komunikasi ke orang yang dituju.

"Sedangkan yang menerima menganggap bahwa pengirim dikenal baik dan bisa dijamin kerahasiaannya, padahal sebenarnya Whatsapp bisa diakses dengan menggunakan nomor telpon palsu," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved