Soal Petisi Penertiban Lapak, ini Alasan PKL Jl Sunu Enggan Relokasi ke Kanrerong

Pemerintah Kota Makassar telah menegaskan akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di Jl Sunu ke Kanrerong di Jl Kartini

Soal Petisi Penertiban Lapak, ini Alasan PKL Jl Sunu Enggan Relokasi ke Kanrerong
HANDOVER
Petisi Warga Bersihkan PKL di Trotoar Al Markaz 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Meskipun Pemerintah Kota Makassar telah menegaskan akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di Jl Sunu ke Kanrerong di Jl Kartini, namun sejumlah PKL rupanya masih enggan meninggalkan lapaknya.

Salah seorang pemilik usaha pencucian motor, Nurhayati (47), mengaku keberatan jika harus direlokasi, apalagi masih ada hal yang tidak cocok antara PKL dan Pemkot Makassar terkait Kanrerong.

Baca: Masjid Al- Markaz Jend M.Yusuf Akan Gelar Maulid Nabi Besar SAW

Baca: Petisi Tertibkan PKL Al Markaz, Danny Pomanto: Cocok, Bagus itu

"Memang ada yang mau, tapi lebih banyak yang tidak mau pindah ke sana (Kanrerong). Salah satu alasannya karea jauh lagi kalau pindah buka usaha di sana," kata Nurhayati yang mengaku telah membuka lapak sejak 2001.

Tak hanya soal jarak, Nurhayati dan PKL juga mengaku tak sepakat dengan sistem yang akan diterapkan di Kanrerong.

"Katanya di sana nanti ada kasir, jadi kita pakai itu kupon-kupon. Kita cuma permasalahkan itu saja, jadi banyak yang tidak mau pindah. Kita maunya di sini saja dan pemerintah perbaiki di sini,"ujar PKL yang awalnya jualan es cendol ini.

Nurhayati melanjutkan, ia dan PKL lainnya beberapa kali menggelar pertemuan dengan pemerintah kota, namun dalam pertemuan itu belum pernah disampaikan kapan mereka akam dipindahkan.

"Pertemuan di kantor camat, di hotel juga pernah, termasuk di rumahnya pak wali. Kami selalu ikut pertemuan, tapi selama ini tidak pernah disinggung kapan pindah," kata dia.

"Isu pembongkaran dari dulu sudah ada tapi tak pernah terjadi, mudah-mudahan tidak terjadi. Apalagi di sana lapaknya kecil dan kemungkinan pembeli kurang," sambung Nurhayati.

Tak hanya itu, Nurhayati juga mengaku memikirkan nasib sejumlah pemuda dan anak-anak di sekitar Jl Sunu yang memperoleh nafkah dari tempat itu.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved