Kakek Manga, Ditinggal Istri dan Anak Hingga Alami Gangguan Jiwa
Seorang warga Dusun Manrimisi Lompo, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, Manga (58) mengalami kisah asmara yang memilukan.
Penulis: Ansar | Editor: Waode Nurmin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Seorang warga Dusun Manrimisi Lompo, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, Manga (58) mengalami kisah asmara yang memilukan.
Manga yang sempat hidup bahagia bersama istri dan tiga anaknya, di rumahnya, beberapa tahun lalu, harus ditinggal pergi.
Baca: FT UMI Punya Mata Kuliah Enterpereneurship, Sudah Hasilkan 11 Produk
Baca: Bawaslu Sulsel Meminta Pemkot Makassar Eksekusi APK Amir Uskara
Sayangnya, Manga berpisah dengan istri dan anaknya lantaran faktor ekonomi. Istrinya tidak mampu lagi tinggal bersama Manga yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Penghasilnya juga tidak tetap. Sementara istri dan anaknya butuh makan dan pendidikan layak.
Beberapa kali Manga mencari pekerjaan, namun terus gagal. Sementara istri terus mendesak supaya suaminya segera punya pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Saat ditinggalkan oleh istri dan tiga anaknya, Manga menjadi stres. Istri dan anaknya pergi secara diam-diam.
Bahkan sampai sekarang Manga tidak pernah lagi bertemu dengan anaknya.
Manga selalu berharap istri dan anaknya kembali ke rumah dan hidup bahagia seperti dulu. Namun harapannya tidak pernah terkabul.
Hal tersebut membuat Manga mulai berbicara sendiri, hingga akhirnya mengalami gangguan kejiwaan.
"Setelah istri dan anaknya pergi, Manga kadang ke jalanan dan menghentikan pengendara motor yang lewat. Dia mengira anaknya sudah pulang," kata tetangga Manga, Yusuf, Rabu (21/11/2018).
Kadang juga, Manga berkeliling di kampung sembari mebawa foto anak-anaknya.
Warga berharap, pemerintah segera membantu Manga dan ayahnya Dg Kacong (85) yang hanya tinggal berdua di gubuk reot. Kacong sudah lama sakit dan tidak bisa mendengar.
Baca: Musim Hujan, Ini Upaya BPBD Gowa Antisipasi Banjir
Baca: Kisah Kakek di Maros Tinggal di Gubuk, Puluhan Tahun Tanpa Bantuan
Warga berharap pemerintah membangunkan rumah layak untuk ditinggali dan juga bisa menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Semoga mereka bisa dibuatkan rumah yang layak. Kondisi rumahnya, sudah mau rubuh dan bocor-bocor. Daeng Kacong juga harus dibawa ke rumah sakit untuk berobat," katanya.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warga-mengalami-gangguan-jiwa.jpg)