Orang Gila Punya Hak Pilih, Ini Penjelasan Komisioner KPU Bulukumba

Wawan kemudian menjelaskan secara rinci agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan kebijakan tersebut.

Orang Gila Punya Hak Pilih, Ini Penjelasan Komisioner KPU Bulukumba
firki/tribunbulukumba.com
Komisioner KPU Bulukumba, Wawan Kurniawan. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Penggunaan hak pilih bagi penderita gangguan kejiwaan, menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), belakang ini.

Isu ini merebak di Butta Panrita Lopi, julukan Bulukumba, saat memasuki pekan kedua bulan November 2018.

Keputusan ini mengundang sejumlah tanya masyarakat, mulai dari dugaan membuka jalan untuk penyalahgunaan hak pilih, hingga kebijakan KPU yang dinilai tidak masuk akal.

Saat dikonfirmasi, Selasa (20/11/2018), Komisioner KPU Bulukumba, Wawan Kurniawan, menanggapi hal tersebut dengan santai.

Wawan kemudian menjelaskan secara rinci agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan kebijakan tersebut.

Menurut Wawan, KPU sudah memikirkan secara matang, sebagai penyelenggara pemilihan umum (Pemilu), KPU tidak akan memberikan sedikitpun jalan untuk berbuat kecurangan.

"Semua ada aturannya. Untuk hak pilih bagi penderita gangguan kejiwaan, aturannya ada dalam PKPU No 11 tahun 2018 tentang penyusunan daftar pemilih di dalam negeri dalam penyelenggaraan pemilu," jelas Wawan.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, bahwa terkait dengan pemilih yang mengidap gangguan kejiwaan, telah jelas diatur dalam pasal 4 ayat 2 poin B.

Dalam aturan tertulis, bahwa pemilih yang dapat menggunakan hak pilihnya, adalah orang yang sedang tidak terganggu jiwa atau ingatannya. Sehingga jelas, kata dia, para pengidap gangguan kejiwaan tidak boleh memilih.

Namun, para pengidap gangguan jiwa ini masih memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya, jika memenuhi kriteria sebagaimana dijelaskan dalam pasal 4 ayat 3.

Dalam ayat tersebut dikatakan, bahwa pemilih yang sedang terganggu ingatan atau jiwanya tidak memenuhi syarat, sehingga harus dibuktikan menggunakan surat keterangan dokter.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved