Gempa Bumi Palu Donggala

Gegara Bencana, Kejurnas Panjat Tebing di Sulteng Batal

Amin Panto saat dikonfirmasi Tribunpalu.com, Selasa (20/11/2018) membenarkan pelaksanaan Kejurnas Panjat Tebing batal dilaksanakan di Sulteng

Gegara Bencana, Kejurnas Panjat Tebing di Sulteng Batal
Dokumen FPTI Parimo
Atlet Parigi Moutong (Parimo) saat latihan di arena panjat dinding yang berlokasi di Alun-alun Kantor Bupati Parimo, Jalan Kampali, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Abdul Humul Faaiz

Tribunpalu.com, Palu - Musibah gempa disertai tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Palu, Sigi, Donggala dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, menyebabkan pelbagai event ditunda bahkan dibatalkan.

Salah satunya, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing yang rencananya digelar pada awal bulan Desember di Sulawesi Tengah.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulteng, Amin Panto saat dikonfirmasi Tribunpalu.com, Selasa (20/11/2018) membenarkan pelaksanaan Kejurnas Panjat Tebing batal dilaksanakan di Sulteng.

Baca: TRAFFIC UPDATE- Hindari Jl Pettarani Maros, Lagi Macet

Baca: Dinas DPMPTSP Barru Gelar Pelatihan Pengelesan dan Otomotif Untuk Pemuda Produktif

Baca: Raih Penghargaan Ketahanan Pangan, FAO Kembali Apresiasi Kementan

Kata Amin, sesuai keputusan Pengurus FPTI Pusat, bahwa Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah menjadi lokasi paling ideal untuk melaksanakan kejuaraan menggantikan Sulawesi Tengah

"Iya memang benar, pembatalan ini murni akibat bencana yang terjadi di Palu dan sekitarnya beberapa waktu lalu, kami dikirimi surat oleh pengurus pusat, dimana dalam surat tersebut menetapkan bahwa pelaksanaan kejurnas mereka alihkan ke Kota Solo, Jawa Tengah," katanya.

Pengalihan lokasi Kejurnas tersbut, Amin mengaku tidak bisa berbuat apa-apa meskipun pihaknya sudah sangat siap menjadi tuan rumah.

"Tapi kami menilai pengalihan lokasi kejurnas di Solo itu sebagai keputusan yang tepat," katanya.

"Tapi bukan berarti dengan adanya pembatalan ini kami internal Sulawesi Tengah tidak siap, justru kami sangat siap. Bahkan sudah dianggarkan. Jadi alasannya bukan karena kondisi pengurus atau pelaksana, tetapi memang murni karena dampak bencana," tambahnya.

Amin mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan persiapan termasuk menetapkan kabupaten mana yang akan melaksanakan even sekali dalam setahun itu.

"Kalau tidak dibatalkan, tentunya kami akan melaksanakannya di Parimo atau di Poso. Karena kedua kabupaten ini memiliki sarana dan prasarana yang memadai," katanya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Baca: Kritik Titiek Soeharto ke Jokowi, Uang Rp 50 Ribu Dapat Apa Sekarang & Jawaban Khofifah

Baca: Pengumuman Peserta Lulus Tes SKD Kemenkumham CPNS 2018 Ditunda, Peserta Diminta Lakukan Ini

Baca: 20 Kumpulan Ucapan Maulid Nabi Muhammad Inggris dan Indonesia, Cocok Instagram, Facebook & WA

Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved