Direktur LIAR Sulbar Minta Masyarakat Ikut Pantau Seleksi Komisioner KPU Polman

Rekrutmen komisioner KPU Polman menyisakan 40 orang pendaftar. Kesemuanya dinyatakan lulus seleksi berkas administrasi

Direktur LIAR Sulbar Minta Masyarakat Ikut Pantau Seleksi Komisioner KPU Polman
Dok Harun Yamerang
Direktur Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar Harun Yamerang 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN - Rekrutmen komisioner KPU Polman menyisakan 40 orang pendaftar. Kesemuanya dinyatakan lulus seleksi berkas administrasi dan berhak maju ke tahap selanjutnya.

Meski demikian, Direktur Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar Harun Yamerang menyerukan, agar seluruh proses sampai pada terpilihnya anggota komisioner terus dipantau oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Seluruh elemen masyarakat harus plototi terus prosesnya, karena kita ingin yang terpilih betul-betul orang yang amanah, orang yang ingin mengabadikan diri, bukan orang yang mencari kerja doang," kata Harun kepada TribunSulbar.com, via whatsapp, Senin (19/11/2018).

Baca: TERBARU BKN Pakai Sistem Ranking untuk Isi Formasi CPNS 2018 yang Kosong, Begini Cara Menghitungnya

Baca: Pakai Sistem Rangking, Begini Cara Ketahui Peluang Lolos CPNS 2018 Berdasar Skor Pesaing

Baca: Inilah Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS)

Harun menuturkan, tidak menutup kemungkinan, ada orang yang kebetulan sudah memenuhi syarat administrasi untuk mendaftar, ikut pula mendaftar atau sekedar coba peruntungan nasib saja.

"Meskipun itu hak setiap warga negara untuk mendaftar, tapi kita kan butuh orang yang punya kapasitas, bukan karena persoalan kedekatan apalagi titipan, misalnya," tuturnya.

Menurut Harun, baik buruknya kualitas demokrasi itu ditentukan oleh integritas penyelenggara salah satunya KPU. Maka dari itu menurutnya, komisioner yang terpilih harus paham tentang nilai demokrasi.

"Kualitas demokrasi kita makin hari makin baik, jangan sampai tercederai oleh orang yang tidak paham nilai demokrasi, apalagi karena hanya kepentingan kelompok, wah gawat," katanya.

"KPU ini adalah siri'nya pabanua, kalau tidak di seleksi sesuai kapasitanya yah, sisi kemandara Timsel di pertanyakan," sambungnya.

Selanjutnya kata Harun, persoalan seleksi KPU bukan hal sepeleh, bukan pula terbatas pada tahapan sampai penentuan siapa yang dinyatakan berhak menyandang status sebagai anggota komisioner KPU, tapi jauh dari itu menyangkut hajat hidup manusia.

"Kalau saat pemilihan seumpama, karena KPU nya sudah tidak amanah, nyeleweng, terpilihlah pemimpin yang ternyata menyengsarakan rakyat, terus gimana itu," ujarnya.

"Olehnya itu, saya bisa katakan, seleksi ini akan dipertanggung jawabkan dihari kemudian," tutur Harun menambahkan. 

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami: 

11
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved