Penambahan Sapi Indukan Impor Percepat Peningkatan Populasi Dalam Negeri

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan penambahan sapi indukan impor dari Australia.

Penambahan Sapi Indukan Impor Percepat Peningkatan Populasi Dalam Negeri
HANDOVER
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan penambahan sapi indukan impor dari Australia. 

TRIBUN-TIMUR.COM-- Dalam rangka mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan penambahan sapi indukan impor dari Australia.

Sugiono Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (16/11) mengatakan, kebijakan penambahan indukan impor ini dilakukan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.

“Melalui upaya ini kita harapkan akan terjadi penambahan sumber produksi sebagai pengerak peningkatan populasi dua tahun yang akan datang, sekaligus bertambahnya usaha berskala bisnis untuk ternak itu sendiri ”, ungkapnya.

Ia tekankan juga bahwa dengan penambahan indukan impor ini, secara nasional populasi sapi akan bertambah, "inilah wujud investasi dan pondasi yang ditanamkan pemerintah sebagai komitment dalam mewujudkan swasembada daging sapi yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai di tahun 2022.

Lebih lanjut Ia sampaikan bahwa pemerintah mau tidak mau harus membuat strategi pengembangan sapi potong ke arah struktur hulu, yaitu ke arah pembibitan dan pengembangbiakan

Menurutnya, hal ini mengingat pengembangan industri sapi dan daging sapi saat ini, masih lebih berkembang ke arah hilir terutama ke bisnis penggemukan dan impor daging.

Selain penambahan sapi indukan impor, Pemerintah juga telah berupaya untuk meningkatkan pembiayaan di sub sektor peternakan khususnya sapi, diantaranya dengan memperbesar alokasi anggaran untuk peternakan sapi, yang sejak tahun 2017 hingga saat ini alokasi APBN difokuskan pada Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di tingkat peternak.

Ia katakan bahwa esensi pengembangan sapi potong saat ini adalah mengubah pola pikir petani ternak kita, yang cara beternaknya selama ini masih bersifat sambilan, menuju ke arah profit dan menguntungkan bagi dirinya.

“Modal usaha itu kan sebenarnya yang terbanyak di masyarakat dan pelaku usaha, Pemerintah ini kan hanya selaku pemantik, sehingga untuk lebih membesarkan lagi industri pengembangan sapi potong ke arah pengembangbiakan berharap para pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut andil di dalamnya”, ujarnya.

Terkait adanya anggapan dari beberapa pihak yang meragukan atas upaya pemerintah dalam mengembangkan sapi indukan impor ini, Sugiono menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.

Halaman
12
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved