Kabar Gembira Bagi Peserta Tak Lolos Passing Grade CPNS, BKN Akhirnya Pilih Sistem Rangking

Pemerintah memakai sistem ranking untuk peserta CPNS 2018 yang tak lolos passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Kabar Gembira Bagi Peserta Tak Lolos Passing Grade CPNS, BKN Akhirnya Pilih Sistem Rangking
HANDOVER
Pemerintah memakai sistem ranking untuk peserta CPNS 2018 yang tak lolos passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 

Sudah industri 4.0, sudah digital ekonomi dan lain-lain. Jadi PNS-nya harus cari PNS yang bisa melaksanakan beban tanggung jawab itu," katanya saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

Menurutnya, soal SKD CPNS 2018 sudah disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia di masa mendatang.

Maka dari itu, BKN bersikeras tidak akan menurunkan passing grade meski akan menuai banyak protes.

"PNS-nya seperti apa yang seperti itu. Kalau dibuat soal, kira-kira soalnya seperti apa. Nah, soal-soal ini lah sebetulnya mencerminkan tugas dan tanggung jawab PNS itu ke depan," ucapnya.

Dalam hal penerimaan CPNS 2018, Bima tidak ingin asal-asalan.

Passing Grade CPNS 2018
Passing Grade CPNS 2018 (menpan.go.id)

Bima juga menjelaskan terdapat jarak tingkat kelulusan antara peserta CPNS 2018 di tingkat pusat dengan di daerah.

Ia mengatakan tingkat kelulusan peserta CPNS 2018 di pusat lebih tinggi dibandingkan di daerah.

"Kalau kita lihat kelulusan di kementerian lembaga, ini 20 sekian persen. Tahun lalu juga seperti itu.

Jadi dari sisi soal sebetulnya tidak ada masalah. Tapi begitu diterapkan di daerah, provinsi atau kabupaten kota, yang lulus jeblok.

Untuk yang wilayah barat cuma 3 sekian persen, wilayah tengah 2,75 persen, wilayah timur 1,75 persen. Ada gap antara yang lulus di pemerintah pusat dan daerah," jelasnya.

Plh Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna ditengah-tengah ribuan peserta Tes CPNS Pemkot Bandung
Plh Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna ditengah-tengah ribuan peserta Tes CPNS Pemkot Bandung (tribunjabar/tiah sm)

"Ini kan bukan salah tesnya kan. Gimana kompetensi mereka kok bisa sangat buruk seperti itu.

Ini PR (pekerjaan rumah) ke depan bagaimana menyamakan atau membuat standar pendidikan Indonesia lebih baik lagi sehingga teman-teman, masyarakat di daerah itu bisa bersaing," katanya

Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved