BREAKING NEWS: Tewaskan 17 Penumpang, Nahkoda KM Arista Disidang

Pantauan tribun-timur.com, terdakwa didudukan dikursi pesakitan dengan didampingi seorang kuasa hukumnya.

BREAKING NEWS: Tewaskan 17 Penumpang, Nahkoda KM Arista Disidang
Hasan Basri
Tewaskan 17 Penumpang, Nahkoda KM Arista Disidang 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masih ingat dengan insiden kapal nelayan KM Arista yang karam di perairan Makassar dengan menewaskan 17 orang penumpang?

Pemilik atau Nahkoda bernama Mustafa B alias Dg Kila bin Baso dg Sitaba yang menjadi terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (13/11/2018) hari ini.

Tim SAR Lantamal VI bersama Kantor Sar (Kansar) Makassar menemukan sesosok mayat anak laki-laki di hari ketiga pencarian korban tenggelam KM Arista, Sabtu (16/6/2018).
Tim SAR Lantamal VI bersama Kantor Sar (Kansar) Makassar menemukan sesosok mayat anak laki-laki di hari ketiga pencarian korban tenggelam KM Arista, Sabtu (16/6/2018). (fadly/tribuntimur.com)

Agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

Pantauan tribun-timur.com, terdakwa didudukan dikursi pesakitan dengan didampingi seorang kuasa hukumnya.

Baca: Sudah Sebulan, Rusdah Korban Tenggelam KM Arista di Makassar Belum Ditemukan

Pencarian korban kapal tengelam KM Arista masih terus dilakukan Lantamal
Pencarian korban kapal tengelam KM Arista masih terus dilakukan Lantamal (HANDOVER)

Ia datang dengan mengenakan baju kemeja putih dilapisi rompi tahanan warna merah. Di kepalanya mengenakan songkok putih.

Sekedar diketahui Kapal yang dinakhodai Kila karam di Perairan Makassar sejak 13 Juni 2018 lalu sekitar pukul 12.30 Wita.

Baca: Tim SAR Lantamal VI Temukan Mayat Korban KM Arista

Kapal pengangkut barang dengan membawa puluhan penumpang itu, bergerak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo Makassar Kecamatan Sangkarrang, Makassar.

Namun, di pertengahan jalan, kapal oleng dihempas ombak karena diduga muatan berlebihan sehingga membuat kapal tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terbalik dan selanjutnya karam. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved