Selain Sekretaris KPU Makassar, Satu Pejabat Pemkot Makassar Ikut Diperiksa

Polda Sulsel mengagendakan dua orang pejabat KPU Makassar, dalam dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain Sekretaris KPU Makassar, Satu Pejabat Pemkot Makassar Ikut Diperiksa
DARUL AMRI
Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel mengagendakan dua orang pejabat KPU Makassar, dalam dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan kasus Dana Hibah Pemkot Makassar.

"Hari ini yang klarifikasi dan akan hadir untuk konfirmasi ada dua saksi dari KPU Makassar," kata Kombes Dicky Sondani saat dikonfirmasi, Senin (12/11/2018).

Dua nama saksi yang akan dilakukan klarifikasi dan konfirmasi kehadirannya itu, Sekertaris KPU Kota Makassar Sabri bersama Kasubag Teknis, Nur Haerah.

"Jadi perkembangan klarifikasi dugaan kasus dana hibah Pemkot Makassar ini ada dua orang saksi, mereka ini sudah klarifikasi mau hadir," ujar Kombes Dicky.

Seperti diketahui, pemeriksaan Sabri dan Nur Haerah terkait kasus dugaan Tipikor Dana Hibah Pemerintah Kota (Pemkot) untuk proses Pilwakot Makassar 2018.

Adanya dugaan penyelewengan dana ini kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar dari Pemkot yang menghibah Rp 59 Miliar dalam dua tahun berturut-turut.

Sebelum Sabri dan Haerah, tim penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda juga telah periksa dua Komisioner KPU dan satu staf KPU Kota sebelumnya.

Dana hibah Pemkot Makassar kepada KPU Makassar untuk 2 tahun anggaran, yaitu Rp 16 Miliar untuk anggaran di 2017 dan Rp 43 Miliar 2018 untuk Pilwalkot. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved