Pemilu 2019

Kecamatan Terpencil di Lutra, Ternyata Partisipasi Pemilih di Seko Tertinggi Pada Pileg 2014

Partisipasi pemilih tertinggi 12 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Pileg 2014 lalu dipegang oleh Kecamatan Seko.

Kecamatan Terpencil di Lutra, Ternyata Partisipasi Pemilih di Seko Tertinggi Pada Pileg 2014
Handover
Kondisi jalan yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat melalui Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, SEKO - Partisipasi pemilih tertinggi 12 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Pileg 2014 lalu dipegang oleh Kecamatan Seko.

Seko, kecamatan paling terpencil dan terjauh di Bumi Lamaranginang sebutan Luwu Utara.

Hal itu diketahui berdasrkan pantauan TribunLutra.com, Senin (12/11/2018), melalui sebuah papan informasi partisipasi pemilih di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Masamba.

Di papan itu, tertulis jelas jumlah pemilih pada Pileg 2014 sebanyak 221.737 jiwa dan yang menggunakan hak pilihnya yakni 171.343 jiwa atau 77,27 persen.

Seko sebagai kecamatan dengan partisipasi tertinggi yakni 85,31 persen, disusul Mappedeceng 80,59 persen, dan Rongkong 79,80 persen.

Sementara kecamatan dengan partisipasi terendah yakni Malangke sebesar 72,91 persen, sebuah kecamatan di wilayah pesisir Luwu Utara.

Sekedar untuk diketahui, Seko merupakan kecamatan terjauh di Luwu Utara dengan jarak dari ibu kota kabupaten sepanjang 136 kilometer.

Seko yang berada di wilayah pegunungan berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Akses darat sepanjang 136 kilometer menuju Seko ditempuh sampai dua hari menggunakan roda dua maupun empat karena sebagian besar jalannya berupa tanah dan lumpur.

Di peta Pulau Sulawesi, wilayah Seko tepat berada di bagian tengah, itu juga yang menyebabkan Seko kerap dijuluki 'Jantungnya Sulawesi'.

Data Dinas Kependudukan dan Pecatatatan Sipil Luwu Utara yang terbaru mencatat penduduk di Seko sebanyak 15.235 jiwa dan tersebar di 12 desa.

Rata-rata dari mereka berprofesi sebagai petani padi, kopi, kakao hingga peternak kerbau.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved