Mudzakkir Ali Djamil Dicopot, Ini Kata Pengamat Politik Unismuh

Luhur menambahkan, bukan hanya itu, Ormas Garbi juga ikut memicu terjadinya pencopotan jabatannya di PKS.

Mudzakkir Ali Djamil Dicopot, Ini Kata Pengamat Politik Unismuh
HANDOVER
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Mudzakkir Ali Djamil 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mudzakkir Ali Djamil (Muda) dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

Sebelumnya, Muda adalah Sekretaris DPD PKS Makassar. Jabatan itu pun juga dicopot.

"Mudzakkir dicopot atas sikapnya pada Pilwali Makassar kemarin. Muda mempersoalkan pengambilan keputusan pada pengusungan kandidat PKS di Pilwali Makassar. Ini secara langsung," kata Pengamat Politik Unismuh, Luhur A Priyanto, Minggu (11/11/2018).

"Kedua, secara tidak langsung terjadi sirkulasi elit di PKS dimana gerbong selama ini menaungi Muda sekarang tidak ada lagi. Sehingga wajar saja ketika dia kehilangan jabatan strategis di PKS," tambah Luhur.

Luhur menambahkan, bukan hanya itu, Ormas Garbi juga ikut memicu terjadinya pencopotan jabatannya di PKS.

"Ormas Garbi sebenarnya pelembagaan faksi internal yang kecewa di PKS. Persaingan faksi yang berakhir pada fragmentasi kekuatan partai, maka loyalis Anis Matta dan Fahri Hamzah mengkonsolidasikan kekuatan untuk menyusun kekuatan baru. Untuk kasus Garbi, partai politik lah yang melahirkan Ormas," jelas Luhur.

Meskipun secara ideologi perjuangan, kata Luhur Garbi lebih kepada PKS modernis, tapi ada juga yang menyebut bahwa Garbi merupakan faksi kesejahteraan di tubuh PKS.

"Saya kira masa depan politik Garbi ditentukan perolehan suara PKS di Pileg 2019. Tokoh Garbi juga tetap menjadi bagian dari formasi caleg yang ada di PKS. Mereka masih bertarung untuk loyalitas terakhir mereka bagi partai," katanya.

Kehadiran Garbi, lanjut Luhur, tentu bisa mengganggu proses rekonsiliasi faksi yang bertarung di perebutan kekuasaan partai. Khusus di Sulsel dan Kota Makassar.

"Kekuatan Garbi tidak bisa dianggap remeh. Umumnya mereka adalah legislator dengan basis pemilih yang loyal dan teruji. Sungguh PKS akan kehilangan basis dukungan dengan menyingkirkan mereka di kontestasi Pileg 2019," jelasnya.

"Tapi bagian sebagaian kader, PKS sedang mengalami purifikasi atau pemurnian ajaran, kembali ke konservatisme ideologis seperti Partai Keadilan (PK), yang secara historis gagal melampau ketentuan parliamentary treshold di Pileg 1999," ungkap Luhur.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved