Surabaya Berduka
Video Detik-detik Korban Terlindas Kereta Api Saat Nonton Surabaya Membara dan Curhat Pilu Keluarga
Video Detik-detik Korban Terlindas Kereta Api Saat Nonton Surabaya Membara dan Curhat Pilu Keluarga
Video Detik-detik Korban Terlindas Kereta Api Saat Nonton Surabaya Membara dan Curhat Pilu Keluarga
TRIBUN-TIMUR.COM - Innalillah wainnailaihi rajiun.
Achmad Harijanto tak menyangka permintaan izin anaknya Helmi Surya Wijaya (17) menonton teater kolosal Surabaya Membara adalah perbincangan terakhir kalinya.
Helmy bersama dua bocah meninggal dunia di Viaduk.
Baca: Daftar Korban Penonton Surabaya Membara - Kronologi Lengkap Hingga Penyebab Ditabrak Kereta Api
Baca: Jadwal Live Streaming Persebaya vs PSM: Juku Eja Turunkan Komposisi Berbeda, Ini Respon Djanur
Baca: Live Persebaya vs PSM Prediksi Pemain, Head to Head dan Peluang Besar Juara Jika Tamu Menang
Tragedi di viaduk Jalan Pahlawan saat pagelaran drama kolosal Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Seperti diketahui, tragedi ini telah merenggut tiga nyawa, yakni Erikawati, bocah berusia sembilan tahun asal Jalan Kalimas Baru No 61, Surabaya yang jatuh dari atas viaduk.
Kemudian Helmi Surya Wijaya, bocah berusia 13 tahun asal Desa Karang Tembok Gang 5, Surabaya yang terlindas kereta api.
Kepergian Helmi Surya Wijaya meninggalkan duka mendalam bagi sang ayah, Achmad Harijanto.
Sebelum mengetahui sang anak tewas dalam tragedi itu, Achmad Hariyanto sempat was-was karena putra bungsunya ini tak kunjung pulang hingga larut malam.
Anak bungsunya itu pamit menonton drama kolosal Surabaya Membara bersama teman-temannya.
Bapak tiga anak ini lalu mendengar insiden terjatuhnya penonton drama tersebut dari atas viaduk. Pihak keluarga mengaku semakin khawatir, apalagi teman-teman Helmi sudah pada pulang.
Akhirnya pihak keluarga memutuskan mencarinya.
Pukul 01.14 WIB, ia mencoba mendatangi kamar mayat RSUD Dr Soetomo untuk memastikan keberadaan anak bungsunya itu.
"Dia tidak pulang-pulang. Terus saya cari gitu lho mas," katanya pada awak media.
Helmi diidentifikasi mengalami luka fatal di bagian perut akibat terlindas oleh kereta api. Di mata keluarga, siswa kelas 1 SMPN 44 Surabaya itu dikenal pendiam.
"Anaknya ini gak pernah keluar, diem terus," pungkas Harijanto seraya menjabat tangan awak media yang meliputnya untuk berpamitan.
Dibawa ke Madura
Di bagian lain, Sahluki (41) berlinang air mata di hadapan jenazah putrinya, Erikawati (9) di ruangan kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Sabtu (10/11/2018) dini hari.
Pandangan Sahluki sendu melihat jenazah Erikawati yang ditutup kain itu. Dia pasrah terkait musibah yang merenggut nyawa putri kedua itu.
Erikawati tewas dalam insiden berdarah di viaduk Jalan Pahlawan saat menonton pagelaran drama kolosal Surabaya Membara yang berlokasi di depan kantor Gubernur Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018).
Sahluki menceritakan detik-detik insiden ketika Kereta Api melintas di viaduk Jl Pahlawan.
Saat itu, dia bersama istrinya Liana (37) dan Erikawati menonton Surabaya Membara dari atas viaduk.
Tiba-tiba kereta api dari arah Stasiun Gubeng menuju ke Stasiun Pasar Turi melintas di perlintasan viaduk sekitar pukul 19.45 WIB.
Lokomotif kereta api melaju pelan melintas di samping kerumunan orang.
Viaduk didesain khusus sebagai jembatan rel perlintasan hanya menyisakan sedikit jarak dengan gerbong Kereta Api.
Hal itulah membuat banyaknya orang yang berada di tempat itu takut tersenggol gerbong kereta api sehingga memicu kepanikan yang berujung saling dorong.
Akibatnya, ketiganya sempat terjungkal di dekat rel perlintasan disaat Kereta Api melintas. Sehingga, tubuh mungil Erikawati terlepas dari pegangan ibunya.
Korban Erikawati sempat terseret gerbong Kereta Api.
"Saya dan ibunya jatuh, putri saya tergeser (terseret) kereta api," ungkapnya di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Sabtu (10/11/2018).
Sahluki mengatakan melihat istri dan anaknya terbaring di samping rel perlintasan Kereta Api.
Musibah itu membuat putrinya meninggal karena luka parah.
Sedangkan, istrinya Liana menderita patah kaki saat ini dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya.
"Saya tidak luka, istri terluka tapi selamat, putri saya meninggal," ungkapnya.
Ditambahkannya, jenazah putrinya akan disemayamkan di Parseh, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Madura.
Pemprov memfasilitasi mobil Ambulans untuk membawa jenazah ke rumah duka.
"Atas permintaan kakeknya jenazah dikebumikan di kampung halaman," tutupnya.
Ditanggung Pemprov
Pemprov Jatim akan membiayai pengobatan maupun penguburan korban insiden viaduk di acara Surabaya Membara yang mengalami luka-luka dan atau tewas.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai melaksanakan malam perenungan peringatan Hari Pahlawan di Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Sabtu (10/11/2018) dini hari.
Ia mengatakan pembiayaan tersebut sebagai bentuk pendekatan kemanusiaan kepada korban baik yang terluka maupun meninggal dunia.
"Ini pendekatan kemanusian bukan mencari yang salah dan benar. Cari solusi yang ada," kata Soekarwo.
Pihaknya juga akan memberikan santunan sebesar Rp 10 juta untuk korban meninggal pasca insiden kecelakaan penonton terlindas kereta api.
"Biaya pengobatan semua ditanggung. Yang saat ini korban terluka ada di RS Dr Soetomo, RS PHC dan RS Soewandhi," sambungnya
Sebelumnya, acara Surabaya Membara menyita perhatian banyak penonton bahkan mereka duduk berjejer di viaduk yang merupakan perlintasan kereta api di Jalan Pahlawan tepatnya samping Gedung Kantor Gubernur.
Namun nahas, saat asyik menonton di atas viaduk dua penonton meninggal dunia terlindas kereta api.
Satu orang meninggal dunia di rumah sakit dan 19 orang mengalami luka patah tulang diduga terdesak hingga akhirnya terjatuh dari atas viaduk.
Jenazah dilarikan ke Ruang Jenazah RSUD Dr Soetomo sementara 19 orang dirawat di RS Soewandhi, RS PHC dan RSUD Dr Soetomo.
(Tribun Jatim/Luhur Pambudi/ Nur Ika Anisa)
Baca: Daftar Korban Penonton Surabaya Membara - Kronologi Lengkap Hingga Penyebab Ditabrak Kereta Api
Baca: Jadwal Live Streaming Persebaya vs PSM: Juku Eja Turunkan Komposisi Berbeda, Ini Respon Djanur
Baca: Live Persebaya vs PSM Prediksi Pemain, Head to Head dan Peluang Besar Juara Jika Tamu Menang
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Curhat Pilu Keluarga Korban Tragedi Viaduk Surabaya Membara- Bocah yang Terlindas Kereta itu Pendiam,