AGH Ambo Dalle Haul Ke-22 Hari Ini, Dipastikan Belum Jadi Pahlawan Nasional Tahun Ini, Tunggu 2019

Haul AGH Ambo Dalle diperingati setiap 8 November. Pendiri Darud Da'wah Wal Irsyad ini wafat di Makassar

AGH Ambo Dalle Haul Ke-22 Hari Ini, Dipastikan Belum Jadi Pahlawan Nasional Tahun Ini, Tunggu 2019
mulyadi/tribuntimur
Seminar Penganugrahan Pahlawan Nasional AGH Ambo Dalle di Auditorium IAIN Parepare dibuka langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Jumat (26/10/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Hari penganugerhan gelar Pahlawan Nasional tinggal dua hari. Penobatan Pahlawan Nasional dilakukan di sela peringatan Hari Pahlawan, 10 November.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel masih menunggu Surat Keputusan (SK) Presiden untuk penobatan Jenderal MK Jusuf sebagai Pahlawan Nasional. Kepala Dinas Sosial Sulsel Andi Ilham Gazaling memastikan semua persyaratan yang disyaratkan pemerintah untuk mendapat gelar pahlawan bago Jenderal M Jusuf sudah terpenuhi.

Selain Jenderal M Jusuf, Pemprov Sulsel juga menyiapkan pengusulan Pendiri Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Anre Gurutta Haji (AGH) Ambo Dalle untuk menjadi Pahlawan Nasional.

Baca: TRIBUNWIKI: AGH Ambo Dalle, Sejarah dan Perjuangan Pendiri DDI Lengkap dari Lahir Hingga Wafat

Warga DDI memeringati Haul Ke-22 wafatnya AGH Ambo Dalle hari ini, Kamis (8/11/2018). AGH Ambo Dalle wafat di Makassar pada 8 November 1996.

"Semoga saat kami peringati Haul Ke-23 Gurutta tahun depan, 2019, juga sekaligus syukuran atas keluarnya SK beliau sebagai Pahlawan Nasional. Kami yakin, tanpa gelar pahlawan Gurutta tetap pahlawan di hari kami, tapi kami berharap ada penghargaan negara kepada beliau," jelas aktivis Ikatan Pemuda DDI (IMDI) Sulsel, Suardi Hudins di Makassar, Kamis (8/11/2018) pagi ini.

Seminar Nasional Penganugerahan Pahlawan Nasional Anregurutta KH Ambo Dalle digelar di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Jumat (26/10/2018), dan dibika Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA).

Usulan AGH Ambo Dalle sebagai Pahlawan Nasional dicetuskan oleh anggota DPR RI dari PDIP, Prof Dr Hamka Haq. Usulan ini sudah dimasikkan ke Tim Seleksi Penganugerahan Pahlawan Nasonal.

Anggota Tim Seleksi Penganugerahan Pahlawan Nasonal, Prof Dr Anhar Gonggong, memastikan AGH Ambo Dalle tidak sempat lagi periode 2018.

“Untuk itu panitia pengusulan masih terus bekerja melengkapi lampiran dan hal-hal pendukung lainnya. Harus mengumpulkan semua hasil karya buku Anregurutta Ambo Dalle, yang diduga tersimpan di Pesantren DDI Mangkoso, Parepare, dan Pinrang,” kata Hamka.

Tahun lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat sahabat seperjuanga AGH Ambo Dalle, Tuan Guru (TG) Muhammad Zainul Abdul Madjid (1898-1997), sebagai Pahlawan Nasional. TG Zainul adalah pendiri Nahdlatul Wathan (NW) di NTB.

TG Zainul mendirikan pada tahun 1953. AGH Ambo Dalle mendirikan DDI pada 7 Februari 1947. Sebelumnya, AGH Ambo Dalle mendirikan lembaga pendidikan di Mangkoso, Barru, pada 21 Desember 1938, yang kemudian lembaga pendidikan ini diberi nama DDI.

“Validasi dan aktualisasi sejarah dan perkembangan ormas DDI yang didirikan dan dipimpin oleh Anregurutta Ambo Dalle hingga akhir hayatnya. Berikut pula data aktual ribuan madrasah, ratusan pesantren dan puluhan Perguruan Tinggi di dalam naungan DDI perlu kumpulkan kembali,” jelas Prof Hamka.

Selanjutnya akan dilengkapi pula dengan testimoni dari tokoh nasional dan daerah mengenai peran besar Anregurutta’ Ambo Dalle dalam pencerdasan bangsa, melalui ormas DDI dan lembaga pendidikannya. Misalnya testimony dari Presiden RI ke3, Prof DR Ing BJ.Habibie, mantan Ketua MUI dan mantan Rois Syuriah PBNU AGH Ali Yafie, serta Wakil Presiden Ke-6 RI Tri Sutrisno,

Guru Besar Hukum Tata Negara UI asal Sulsel Prof Dr Salim Said, dalam sebuah dialog beberapa hari lalu, mengaku sangat mengapresiasi usaha pengusulan penganugerahanPahlawan Nasional untuk AGH Ambo Dalle. 

"Masyarakat kita di Sulsel masih kurang mengapresiasi jasa pahlawan-pahlwannya. Belum ada nama jalan Kiai Ambo Dalle di Makassar, bahkan juga belum ada nama jalan Andi Mattalatta. Padahal dua tokoh tersebut sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan NKRI,” jelas Salim Said.

 Prof Salim bahkan meminta Prof Hamka Haq dan Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah untuk bersama-sama tetap memperjuangkan dua tokoh tersebut memperoleh penghargaan sebagai Pahlawan Nasional. (*)

 

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved