Mantan Gubernur Sulbar AAS Kunjungi Pengungsi Gempa Mamasa

Mantan Gubernur Sulbar dua periode Anwar Adnan Saleh (AAS) kunjungi lokasi pengungsian warga korban Gempa di Kabupaten Mamasa

Mantan Gubernur Sulbar AAS Kunjungi Pengungsi Gempa Mamasa
handover
Mantan Gubernur Sulbar dua periode Anwar Adnan Saleh (AAS) kunjungi lokasi pengungsian warga korban Gempa di Kabupaten Mamasa, Selasa (6/11/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Mantan Gubernur Sulbar dua periode Anwar Adnan Saleh (AAS) kunjungi lokasi pengungsian warga korban Gempa di Kabupaten Mamasa, Selasa (6/11/2018) kemarin.

Akibat gempa itu, ribuan warga Kabupaten Mamasa, mengungsi ke tempat terbuka usai diguncang gempa 5,5 SR, Selasa (6/11/2018) sekitar Pukul 02.35 Wita.

Baca: BREAKING NEWS: Lagi, Gempa Berkekuatan 4,2 SR Guncang Mamasa

Baca: Panwaslu Kecamatan Makassar Koordinasi Ciptakan Pemilu Damai 2019

Mendengar kabar banyaknya warga meninggalkan rumah karena trauma akibat gempa, AAS yang juga putra kelahiran Mamasa, tanpa pikir panjang langsung bertolak ke Mamasa pada pagi hari.

"Saya langsung berangkat dari Mamuju tanpa pikir apa-apa, karena saya adalah bagian dari warga Mamasa. Saya disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, bahkan Sekda menjemput saya di Sumarorong,"ujarnya, Rabu (7/11/2018).

Anwar menuturkan, ia mengunjungi korban murni karena keprihatinanya sebagai putra daerah.

"Saya menghimbau saudara-saudara disana, waspada boleh, tapi jangan terlalu panik, jangan sampai meninggalkan Mamasa karena itu bukan solusi,"ucapnya.

Dia berdoa agar gempa Mamasa tidak akan seperti di Palu, Sulawesi Tengah, yang menyebabkan tsunami, karena Mamasa tidak memiliki garis pantai.

"Yang kita khawatirkan, mungkin hanya tanah longsor, tapi kita berdoa kepada Tuhan semoga tidak terjadi apa-apa, sehingga semua kembali tenang,"kata dia.

Baca: Gempa Berkekuatan 5,2 Magnitude Guncang Mamasa, Dua Warga Pingsan

Baca: TPAKD Sulbar Dikukuhkan, Wagub Minta UMKM Dipetakan

Dalam kunjungan itu, Awar memberikan bantuan satu ton beras, karena para pengungsi mengeluh kekurangan makanandi posko pengungsian.

"Ada beberapa juga ke Toraja, tapi kita maklumi, karena masih trauma atas kejadian di Palu, namun jangan panik berlebihan. Jadi saya naik tidak kampanye, tapi naik karena ada masalah karena saya warga Mamasa."tambahnya (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved