Belum 100 Hari, Gubernur NA Sudah Diisukan Akan Jadi Menteri, Forum Dosen Minta Tak Tergoda

Kabinet Jokowi 2019-2024 sudah dibahas di Makassar, Gubernur Sulsel disebut-sebut salah satunya

Belum 100 Hari, Gubernur NA Sudah Diisukan Akan Jadi Menteri, Forum Dosen Minta Tak Tergoda
dok.tribun
FORDOS VS TP2D - Forum Dosen foto bareng Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) usai diskusi di Redaksi Tribun Timur, Makassar, Selasa (6/11/2018) sore. Mereka adalah, (duduk/dari kanan): Koordinator Forum Dosen Dr Adi Suryadi Culla, Prof Dr Qasim Mathar, Prof Dr Marwan Mas, Prof Dr Abd Muin Fahmal, Prof Dr Ma'ruf Hafidz, Koordinator TP2D Prof Dr Yusran Yusuf, Dr Aswar Hasan, serta (beriri/dari kanan): Dr M Yahya Mustafa, Andi Lukman Irwan MSi, Bidang Kreatif TP2D Andrew M, Ambudsman Sulsel Muslimin B Putra, Arqam Azikin, Dr Amir Muhiddin, Dr Jayadi Nas, Sawedi Muhammad MSc, Dr Naidah Naing, Bidang Kreatif TP2D Nikita Andi Lolo, Bidang Kreatif TP2D Janice Widjaja, Bidang Hukum TP2D Dr Zulkifli Aspan, dan Bidang Kreatif TP2D Zulham Arief. 

Menurut Prof Yusran, TP2D sebatas tenaga ahli untuk memastikan program yang diharapkan Gubernur Sulsel berjalan di setiap OPD.

“Pembentukan TP2D ini saya rasa bentuk komitmen gubernur dalam mengimplementasikan program-program unggulannya. Hanya saja yang perlu kita ketahui, bahwa pemberian wewenang kepada TP2D untuk pendampingan jangan terlalu over atau melebihi kapasitas gubernur,” kata anggota Forum Dosen Prof Dr Qasim Mathar.

Diskusi diwarnai tanya-jawab menohon antara Guru Besar Unibos, Prof Dr Marwan Mas, dengan Prof Yusran.

“Saya heran, kenapa banyak beredar di grup WhatsApp soal TP2D yang ingin mengambil alih tigas OPD,” ujar Prof Marwan

“Kita tidak mengambil alih, hanya mereka OPD ini serba ke kita. Jujur kami hanya kerja kerja saja. Tidak ada lagi ego sektoral saatnya kerja untuk misi Prof Andalan. Bagaimana jika program tidak terealisasi. Jawabnya pasti masyarakat akan tuntut NA, bukan OPD,” jawab Prof Yusran.

“Jika pun begitu, kenapa Pak NA tidak mengevaluasi pejaba. Saya juga meminta agar setiap regulasi yang ada, bisa berdasar kajian hukum dan akademik. Jadi kita buka-bukaan saja, jika ada temuan atau kejanggalan kiranya dibuka di publik,” kata Prof Qasim lagi.

“Saya sepakat dengan itu. Baiknya kita kerja bersama membangun Sulsel,” ujar Prof Yusran.(*)

HADIR DISKUSI
* Forum Dosen
1. Dr Adi Suryadi Culla (Koordinator/Fisip Unhas)
2. Prof Dr Abdul Muin Fahmal (Guru Besar Hukum UMI)
3. Prof Dr Marwan Mas (Guru Besar Hukum Unibos)
4. Prof Dr Qasim Mathar (cendekiawan Muslim)
5. Prof Dr Ma’ruf Hafidz (Guru Besar Hukum UMI/WR V UMI)
6. Dr Aswas Hasan (Fisip Unhas)
7 Dr Andi Lukman Irwan (Fisip Unhas)
8 Sawedi Muhammad (Sosiologi-Fisip Unhas)
9 Arqam Azikin (Fisip Unismuh/Pendiri Sekolah Kebangsaan)
10 Dr Naidah Naing (Teknik UMI)
11 Dr Amir Muhiddin (Unismuh)
12 Muslim B Putra (Ombudsman Sulsel)
13 Dr M Yahya Mustafa (Fisipol Universitas Sawerigading)
* TP2D
1 Prof Dr Yusran Yusuf (Koordinator/Guru Besar Kehutanan Unhas)
2 Dr Jayadi Nas (Bidang Komunikasi/Fisip Unhas)
3 Dr Zulkifli Aspan (Bidang Hukum/FH Unhas)
4 Nikita Andi Lolo (Media Kreatif)
5 Andrew M (Tim kreatif)
6 Zulham Arief (Tim kreatif)
7 Janice Widjaja (Tim Kreatif)

BERIKUT KUTIPAN FORDOS
“Diskusi kita kali ini untuk memperjelas apa sebenarnya itu TP2D dan kenapa harus dibentuk ini TP2D. Semoga ini menjadi jelas dan menghilangkan prasangka yang sudah telanjur beredar di masyarakat.”
Dr Adi Suryadi Culla
Koordinator Forum Dosen

“Tolong Gubernur NA jangan dijanji jadi menteri. Kalau itu terjadi, kita sedih ditinggalkan. Dan masyarakat Sulsel akan sedih. Kalau NA tergoda tinggalkan Sulsel, kita dipimpin siapa”
Prof Abd Muin Fahmal
Guru Besar UMI

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved