Inovasi Proses Pembelajaran, Program Profesi Dokter Gigi Unhas Pakai Model Simulator Gigi dan Rahang

Bidang Ilmu Ortodonti adalah bidang ilmu yang meliputi perbaikan fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan fungsi estetik/penampilan.

Inovasi Proses Pembelajaran, Program Profesi Dokter Gigi Unhas Pakai Model Simulator Gigi dan Rahang
HANDOVER
Inovasi Proses Pembelajaran Program Profesi Dokter Gigi Unhas Gunakan Model Simulator Gigi dan Rahang 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Proses pendidikan untuk menjadi dokter gigi di Indonesia mesti ditempuh melewati dua tahapan pendidikan yaitu tahap pendidikan Sarjana Kedokteran Gigi dan tahap Pendidikan Profesi Dokter Gigi.

Tahap sarjana difokuskan pada pendidikan teoritis, sedangkan tahap profesi dimana mahasiswanya dikenal dg istilah Dokter Muda. Tahap Profesi diperhadapkan pada kewajiban penanganan pasien di bawah pengawasan dan bimbingan supervisor yaitu Dokter Gigi sebagai Dokter Penanggung Jawab Pelayanan.

Bidang Ilmu Ortodonti adalah bidang ilmu yang meliputi perbaikan fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan fungsi estetik/penampilan. Bidang ilmu ini salah satu bidang yang wajib dikuasai oleh seseorang untuk menjadi dokter gigi.

Baca: FKG Unhas Segera Terbitkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah

Pemenuhan kemampuan bidang ini paling sering menjadi hambatan mahasiswa menjadi Dokter Gigi. Lama studi menjadi panjang akibat kesulitan mahasiswa memenuhi persyaratan dalam bidang ilmu Ortodonti.

"Kendala utama adalah penanganan pasien yang membutuhkan waktu yang panjang. Pasien yang dirawat sering drop atau tidak melanjutkan perawatan. Akibatnya studi mahasiswa jadi mandeq,"jelas Ketua Departemen Prtodonti FKG Unhas, Dr. drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrt.

Kondisi di atas mendorong para pendidik di Departemen Ortodonti untuk mencari solusi dan melakukan inovasi.

Dengan dorongan tersebut maka mulai November 2018, Departemen Ortodonti FKG Unhas menerapkan kebijakan penggunaan model simulator (tipodon) gigi-rahang untuk perawatan ortodontik.

Baca: FKG Unhas Lakukan Perawatan Orto Cekat Gratis untuk Anak Pascaoperasi Bibir Sumbing

"90% tahapan pekerjaan perawatan pada manusia diterapkan pada model simulator atau tipodon" demikian penegasan Dokter Eka.

Diharapkan masalah terkait penanganan pasien ortodonti di program profesi dapat teratasi.

Namun untuk bisa menggunakan model simulator ini, ada syarat dan ketentuan yang berlaku yang mesti dipenuhi oleh mahasiswa.

"Teman-teman mahasiswa sangat antusias dengan kebijakan baru ini. Kendala untuk cepat lulus nampaknya bisa teratasi," demikian komentar Ketua Dewan Mahasiswa Profesi, Ammar Abdullah, SKG.

Dukungan diterapkannya kebijakan ini juga datang dari Guru Besar Ortodonti FKG Unhas yang juga anggota Majelis Wali Amanah Unhas, Prof drg Mansjur Nasir PhD .

"Kebijkan ini merupakan inovasi metode pembelajaran yang sangat pantas dilaksanakan untuk pencapaian kompetensi,"demikian penegasan Prof Mansjur.(*)

Penulis: Muh. Abdiwan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved