Utang Abu Tours di Bank Capai Rp 86 Miliar

Menurut Tim Kurator Susi Tan pengajuan tagihan utang kepada Abu Tours tidak hanya datang dari calon jamaah dan agen, tetapi dari sejumlah Bank.

Utang Abu Tours di Bank Capai Rp 86 Miliar
sanovra/tribuntimur.com
Ratusan kreditur yakni Jamaah, Agen dan Mitra Abu Tour memasukan daftar tagihan guna mencocokan dengan daftar tagihan yang dimiliki Kurator yang berlangsung di Pengadilan Negeri, Makassar, Selasa (30/10). Proses verifikasi tagihan kreditur kepada Abu Tours dipastikan berakhir hari itu. Setelah verifikasi selesai, daftar itu akan langsung diserahkan ke Hakim Pengawas dan Pengadilan untuk proses selanjutnya. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Kurator PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) dan Travel telah menerima jumlah tagihan setelah perusahan biro perjalanan haji dan umrah dinyatakan pailit.

Menurut Tim Kurator Susi Tan pengajuan tagihan utang kepada Abu Tours tidak hanya datang dari calon jamaah dan agen, tetapi dari sejumlah Bank.

Baca: Pengusaha Asal Barru Buka Lowongan Kerja untuk Korban Gempa Sulteng

Baca: Rencana Aksi 211 di Mamuju, Sekertaris FKPT Sulbar: Tak Perlu Ada Aksi Berjilid-jilid Seperti Ini

Baca: APBD-P 2018 Sulbar Ditolak Kemendagri, Bonus Peraih Perak Asian Games Batal Dibayarkan

CEO abutours, Muh Hamzah Mamba menggunakan rompi tahanan disela mengikuti sidang perdana kasus penipuan umroh Abutours di pengadilan negeri, Jl Kartini, Makassar, Rabu (19/9). Dalam sidang tersebut Muh Hamzah Mamba menggunakan sandal kulit Andrew jenis Remy model slip on seharga 1 juta di situs belanja online. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut disaksikan ratusan jemaah atau agen yang menjadi korban.
CEO abutours, Muh Hamzah Mamba menggunakan rompi tahanan disela mengikuti sidang perdana kasus penipuan umroh Abutours di pengadilan negeri, Jl Kartini, Makassar, Rabu (19/9). Dalam sidang tersebut Muh Hamzah Mamba menggunakan sandal kulit Andrew jenis Remy model slip on seharga 1 juta di situs belanja online. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut disaksikan ratusan jemaah atau agen yang menjadi korban. (sanovra/tribuntimur.com)

"Jumlah daftar tagihan ebanyak Rp 1,5 triliun yang berasal dari agen, jamaah dan mitra. Dari Bank sebanyak Rp 86 miliar dan pajak Rp 57 juta,' kata Susi Tan.

Sekedar diketahui jumlah aset yang disita Polda Sulsel saat ini hanya berkisar Rp 250 miliar belum sebanding dengan kerugian 96 ribu calon jamaah mencapai Rp 1,5 triliun.

Halaman
Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved