Pilpres 2019

Kabar Gembira Buat Fans Prabowo, Cucu Pendiri NU Gabung Jadi Jubir Prabowo-Sandi Ini Alasannya

Kabar Gembira Buan Fans Prabowo, Cucu Pendiri NU Gabung Jadi Tim Kampanye Prabowo-Sandi Ini Alasannya

Kabar Gembira Buat Fans Prabowo, Cucu Pendiri NU Gabung Jadi Jubir Prabowo-Sandi Ini Alasannya
Kompas.com/KRISTIAN ERDIANTO
Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, Gus Irfan (tengah), bergabung di Tim Kampanye Prabowo-Sandiaga dan ditunjuk jadi Juru Bicara 

Kabar Gembira Buan Fans Prabowo, Cucu Pendiri NU Gabung Jadi Tim Kampanye Prabowo-Sandi Ini Alasannya

TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat tambahan amunisi baru.

Salah satu cucu Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf, bergabung ke BPN Prabowo-Sandiaga.

Baca: Gaji Pilot Lion Air JT610 PK LQP yang Jatuh Hanya Rp 3,7 Juta, Ini Gaji Rata-rata Pilot di Indonesia

Baca: Persib Bandung Gagal, Mario Gomez Merinding Lihat Rekaman Video Bobotoh, Rencanakan Hal Berikut

Baca: Demo Bela Tauhid 211 Hari Ini, Berikut Reaksi Jenderal Wiranto, Wakapolri, NU-Muhammadiyah

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan alasan yang mendasari keputusannya bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Gus Irfan resmi ditunjuk sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo Sandiaga.

Gus Irfan, cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari, menjadi Juru Bicara Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2018
Gus Irfan, cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari, menjadi Juru Bicara Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2018 ()

Menurut dia, kontestasi jelang Pilpres 2019 saat ini sudah mulai mengarah pada anggapan bahwa seluruh warga Nahdlatul Ulama mendukung salah satu pasangan calon.

"Salah satu poin utama mengapa saya membantu, bahwa di akar rumput terutama di Jawa Timur, yang saya lihat bahwa kontestasi antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi ditarik menjadi kontestasi antara NU dan bukan NU," ujar Gus Irfan saat menggelar konferensi pers di media center Prabowo-Sandiaga, jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

"Karena itu, saya hadir di sini, untuk menjawab, bukan seperti itu. Mungkin memang lebih banyak NU di kubu Pak Jokowi, tapi banyak juga NU yang di kubunya Pak Prabowo," tuturnya.

Selain itu, Gus Irfan menilai kondisi Indonesia dalam empat tahun terakhir sudah berbeda. Berbagai kelompok masyarakat yang berbeda pandangan sudah mulai saling memaki, mengejek secara terbuka.

“Dan ini harusnya bisa diminimalisasi oleh pemimpin kita,” kata dia.

Halaman
123
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved