Jika Dibagi Aset Abu Tours Dinilai Hanya Cukup Beli Pulsa, Ini Alasan Agen Gugat Kemenag

Nasib 96 ribu calon jamaah umrah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) dan Travel ada ditangan Kementerian Agama (kemenag) selaku pemerintah.

Jika Dibagi Aset Abu Tours Dinilai Hanya Cukup Beli Pulsa, Ini Alasan Agen Gugat Kemenag
sanovra/tribuntimur.com
Ratusan kreditur yakni Jamaah, Agen dan Mitra Abu Tour memasukan daftar tagihan guna mencocokan dengan daftar tagihan yang dimiliki Kurator yang berlangsung di Pengadilan Negeri, Makassar, Selasa (30/10). Proses verifikasi tagihan kreditur kepada Abu Tours dipastikan berakhir hari itu. Setelah verifikasi selesai, daftar itu akan langsung diserahkan ke Hakim Pengawas dan Pengadilan untuk proses selanjutnya. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Nasib 96 ribu calon jamaah umrah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) dan Travel ada ditangan Kementerian Agama (kemenag) selaku pemerintah.

Pasalnya perusahan biro perjalanan haji dan umrah sudah tidak bisa berbuat apa lagi setelah izinya dicabut, apalagi pemiliknya ditahan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas 1 Makassar.

Sementara aset Abu Tours sendiri, yang disita Polda Sulsel saat ini dipastikan tidak mencukupi untuk memenuhi kerugian yang dialami calon jamaah.

Baca: Pengusaha Asal Barru Buka Lowongan Kerja untuk Korban Gempa Sulteng

Baca: Rencana Aksi 211 di Mamuju, Sekertaris FKPT Sulbar: Tak Perlu Ada Aksi Berjilid-jilid Seperti Ini

Baca: APBD-P 2018 Sulbar Ditolak Kemendagri, Bonus Peraih Perak Asian Games Batal Dibayarkan

Ratusan kreditur yakni Jamaah, Agen dan Mitra Abu Tour memasukan daftar tagihan guna mencocokan dengan daftar tagihan yang dimiliki Kurator yang berlangsung di Pengadilan Negeri, Makassar, Selasa (30/10). Proses verifikasi tagihan kreditur kepada Abu Tours dipastikan berakhir hari itu. Setelah verifikasi selesai, daftar itu akan langsung diserahkan ke Hakim Pengawas dan Pengadilan untuk proses selanjutnya.
Ratusan kreditur yakni Jamaah, Agen dan Mitra Abu Tour memasukan daftar tagihan guna mencocokan dengan daftar tagihan yang dimiliki Kurator yang berlangsung di Pengadilan Negeri, Makassar, Selasa (30/10). Proses verifikasi tagihan kreditur kepada Abu Tours dipastikan berakhir hari itu. Setelah verifikasi selesai, daftar itu akan langsung diserahkan ke Hakim Pengawas dan Pengadilan untuk proses selanjutnya. (sanovra/tribuntimur.com)

"Kalau saya terus terang, kalau mau memberangkatkan dengan berharap hanya pada aset tidak mungkin. Karena kalau aset dibagi bagi kepada jamaah paling dapat pembeli pulsa ," kata salah satu Agen Abu Tours, Anugrah kepada Tribun.

Salah satu jalan yang bisa ditempuh para jamaah dan agen kata Anugrah adalah meminta pertanggungjawaban Kementerian Agama dan Kantor Kementerian Agama wilayah Sulsel. "Kami sudah ajukan gugatan ke Pengadilan," kata Anugrah.

Baca: Jamu Persipura, Eks Cakades Moncongloe Prediksi PSM Menang Tipis

Baca: TRIBUNWIKI: Sinopsis Film Wahana Rumah Hantu, Trailer, dan Jadwal Tayang

Baca: Caleg Nasdem Bulukumba Yusman Kumpulkan Tim Pejuangnya

Isi gugatanya yakni Kementerian Agama RI dan Sulawesi Selatan diminta turut tanggung renteng untuk memenuhi kewajiban Abu Tours, apabila perhitungan kurator atas aset yang dimiliki biro perjalanan haji dan umrah itu tidak bisa menutupi kewajibannya.

Sekedar diketahui, aset Abu Tours yang disita penyidik Kepolisian Daerah Sulsel senilai Rp 250 miliar, sedangkan kerugian yang dialami jamaah tercatat dalam daftar tagihan di kurator sebanyak Rp 1,4 triliun.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved