Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Demo 211 Hari ini - Kondisi Terkini di Jakarta, Jumlah Massa, Titik Aksi & Doa untuk Korban Lion Air

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma'arif mengatakan demo 211 yang akan digelar di depan istana kepresidenan, Jakarta

Editor: Ilham Arsyam
Aksi Demo 211 hari ini di Jakarta 

Aksi Demo 211 Hari ini - Kondisi Terkini di Jakarta, Jumlah Massa, Titik Aksi & Doa FPI untuk Korban Lion Air

TRIBUN-TIMUR.COM - MENKO Polhukam Wiranto akan menemui massa aksi 211, untuk mengetahui tuntutan yang mereka bawa.

Menurut Wiranto, sepengetahuan dirinya, tuntutan pertama adalah permintaan maaf dari pelaku pembakaran bendera.

Tuntutan kedua, pelaku diproses secara hukum.

‎Kedua tuntutan tersebut, kata Wiranto, sudah dipenuhi oleh pelaku, bahkan organisasi induknya turut menyampaikan minta maaf dan penegak hukum sudah melakukan pengusutan.

"Ya, apakah perlu (unjuk rasa) lagi? Sayang sekali ya, berpanas-panasan untuk melakukan satu tuntutan yang sudah dipenuhi," ujar Wiranto saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden Bogor, Jumat siang.

Beberapa tuntutan pengunjuk rasa, antara lain memproses hukum pembakar bendera. Dua anggota Banser yang membakar bendera sudah ditetapkan tersangka oleh Kepolisian.

"Bahkan organisasi induk mereka telah menyesalkan terjadi seperti ini. Artinya, aksi Tabbayun sudah ada. Semangat ukhuwah Islamiyah-nya sudah jalan, ukhuwah wathaniyah-nya sudah jalan," ujar Wiranto.

"Makanya, kalau ada demonstrasi lagi, saya juga belum tahu, demonstrasi ini tuntutannya apa lagi?" lanjut dia.

"Tapi enggak apa-apa, nanti biar saya akan ketemu dengan mereka, saya akan bicarakan yang diminta itu apa," sambung Wiranto.

Wiranto berpesan, aksi penyampaian pendapat diharapkan berjalan tertib, tidak boleh membuat masyarakat menjadi takut dan mengambil hak-hak orang lain, seperti mengganggu arus lalu lintas.

‎"Silakan saja kalau demonstrasi nanti saya terima, demonstrasi yang tertib, demonstrasi yang elegan. Saya bicara baik-baik, enggak apa-apa, saya bisa bicara dengan tokoh-tokoh demo," ucapnya.

Wiranto menambahkan, Indonesia saat ini sedang mengalami musibah, mulai dari bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah, hingga jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang.

‎"Dalam keadaan prihatin ini, hal-hal yang menyangkut permasalahan kita, kan seyogianya kita perbincangkan dengan baik-baik aja lah, tapi nanti saya terima, bicarakan, maunya apalagi, kan minta maaf sudah, diadili juga sudah dalam proses," papar Wiranto. 


APARAT kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk Aksi 211.

Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto mengatakan, ada 713 personel yang diturunkan untuk aksi tersebut.

Aksi ini digelar menyusul insiden pembakaran bendera pada Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Berikut ini rekayasa lalu lintas yang disiapkan:

1. Arus dari Jalan Hayam Wuruk yang mengarah ke Jalan Majapahit dibelokkan ke arah Jalan Gadjah Mada.

2. Arus dari Traffic Light Bina Graha belok ke Jalan Juanda diluruskan sampai Traffic Light Mahkamah Agung, lurus ke arah Pasar Baru, Jalan Doktor Sutomo. Arus yang akan balik di Tugu Adipura diluruskan juga.

3. Arus dari Pasar Baru diluruskan ke Jalan Gunung Sahari, bisa ke kanan ke Gedung Kesenian dan bertemu pertigaan. Pengendara bisa ke kanan ke Jalan Lapangan Banteng Utara atau ke kiri ke Jalan Budi Utomo.

4. Arus dari Jalan Medan Merdeka Utara bisa belok ke kiri Pejambon dan belok ke kanan ke arah Masjid Istiqlal. Dari Tugu Adipura dibelokkan ke kanan kembali ke Pasar Baru.

5. Arus dari Pejambon bisa ke kiri ke arah Sawah Besar, dan bisa ke arah kanan ke Pejambon, dan di depan Stasiun Gambir bisa ke kanan arah Gedung Pertamina maupun ke kiri ke arah Tugu Tani.

6. Setelah Salat Jumat, massa akan berjalan kaki melawan arus melewati Jalan Perwira. Massa masuk ke pintu masuk Monas timur laut Jalan Majapahit dan Jalan Veteran clear.

 

7. Massa dari Gunung Agung ke Tugu Tani yang mengarah ke Monas diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

8. Arus dari Kebon Sirih diluruskan ke arah Kwitang, tidak belok ke kiri ke Jalan Ridwan Rais atau Jalan Medan Merdeka Timur.

Lalu lintas di sekitar Monas terpantau padat merayap, Jumat (2/11/2018). PKL berjualan di atas trotoar.
Lalu lintas di sekitar Monas terpantau padat merayap, Jumat (2/11/2018). PKL berjualan di atas trotoar. (WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI)

9. Arus dari Jalan MH Thamrin di depan Indosat atau Patung Kuda, dibelokkan ke kiri ke Gedung Kemuliaan.

10. Kendaraan dari Sarinah dibelokkan ke Jalan Abdul Muis.

11. Kendaraan dari Traffic Light Kebon Sirih belok ke kiri ke Jalan Fachrudin dan dari Jalan Wahid Hasyim lurus ke Majapahit belok ke kiri Caringin via Tomang, atau lurus ke Jalan Gadjah Mada.

 

"Rekayasa lalu lintas nantinya akan diberlakukan secara situasional," ujar Sudarmanto di Monas, Jumat (2/11/2018).

Pantauan Warta Kota, saat ini lalu lintas sekitar Monas sudah padat merayap. Para pedagang kaki lima (PKL) juga menggelar dagangannya di atas trotoar sepanjang Masjid Istiqlal. (*)

Jakarta Macet

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah polisi terlihat berjaga di sejumlah titik area Masjid Istiqlal.

Massa aksi terlihat mengenakan atribut seperti bendera, topi, dan ikat kepala.

Setelah shalat Jumat berjemaah di Masjid Istiqlal, massa bergerak menuju kawasan Istana Negara dan Monumen Nasional (Monas) untuk melakukan aksi.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi, seperti Jalan Veteran dan Jalan Perwira terlihat tersendat.

Dalam aksi ini, pihak kepolisian mengerahkan 12.000 personel untuk mengawal aksi tersebut. 

"12.000 lebih (jumlah personel polisi)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi Kompas.com.

Jangan Terpancing

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja, Abdul Kadir Karding mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing.

Sebab, menurutnya, bendera yang dibakar adalah bendera organisasi masyarakat yang telah resmi dibubarkan oleh pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia.

"Masyarakat jangan terpancing karena tauhid itu adanya di hati, tauhid itu keyakinan, dan jangan terkecoh atau termakan oleh isu bahwa yang terjadi adalah pembakaran kalimat tauhid," ujar Abdul Kadir Karding.

Abdul Kadir Karding berujar HTI melakukan gerakan bertentangan dengan Pancasila. Yaitu ingin mengganti sistem negara Pancasila menjadi sistem Khilafah.

Karding mengimbau agar masyarakat tidak terpecah belah karena isu pembakaran bendera HTI.

 

"HTI ini memang tidak boleh dibiarkan berkembang di Indonesia. Karena itu menyangkut eksistensi negara," ucap

Abdul Kadir Karding mengatakan, kasus pembakaran bendera sudah diproses oleh pihak kepolisian.

Polda Jawa Barat telah menetapkan dua anggota Barisan Ansor Serbaguna, F dan M sebagai tersangka dalam insiden pembakaran bendera di Garut saat perayaan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu.

 

Selain itu, polisi juga telah menetapkan seorang pembawa bendera, U, sebagai tersangka.

"Dan sudah ditangani secara hukum, baik Banser maupun pembawa bendera yang memang oleh pembawa bendera itu, jelas dikatakan, diakui, bahwa itu bendera HTI," kata Karding.

 

Kemudian, ucap Abdul Kadir Karding, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sepakat agar polemik pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat, tak perlu diperpanjang.

 

"Jadi, masyarakat sekali lagi jangan mudah terpancing, dipahami secara betul setiap statement, lontaran, unggahan dari seseorang ataupun yang ada di media sosial," tutur Karding.

Sementara itu Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma'arif mengatakan demo 211 yang akan digelar di depan istana kepresidenan, Jakarta juga akan mendoakan korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Kita juga ada doa bersama untuk korban bencana Lion dan korban bencana lainnya," tutur Slamet. Slamet mengatakan akan ada sekitar puluhan ribu massa yang akan menggelar aksi membela pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat.

Diperkirakan aksi ini diikuti oleh kurang lebih 10 ribu orang.

Awalnya massa menggelar Salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal. Kemudian longmarch ke Istana.

"Kemudian parade tauhid dari Masjid Istiqlal ke Istana," ucapnya.Sementara itu, pihak kepolisian sendiri mengaku sudah menerima surat pemberitahuan aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan dalam surat pemberitahuan memang disebutkan akan ada sekitar 10.000 orang yang mengikuti aksi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved