Abu Tours Dinyatakan Pailit, Kemenag Sulsel Dinilai Tak Boleh Lepas Tangan

"Sebagai pengendali dan pengawas seharusnya bertanggungjawab," kata Tim Hukum Abu Tours, Hendro Saryanto kepada Tribun Timur, Jumat (2/11/2018).

Abu Tours Dinyatakan Pailit, Kemenag Sulsel Dinilai Tak Boleh Lepas Tangan
sanovra/tribuntimur.com
Ratusan kreditur yakni Jamaah, Agen dan Mitra Abu Tour memasukan daftar tagihan guna mencocokan dengan daftar tagihan yang dimiliki Kurator yang berlangsung di Pengadilan Negeri, Makassar, Selasa (30/10). Proses verifikasi tagihan kreditur kepada Abu Tours dipastikan berakhir hari itu. Setelah verifikasi selesai, daftar itu akan langsung diserahkan ke Hakim Pengawas dan Pengadilan untuk proses selanjutnya. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Tim Kuasa Hukum PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) dan Travel, Hendro Saryanto berharap Kementerian Agama selaku pemerintah tidak lepas tangan atas pemberangkatan 96 ribu calon jamaah.

"Sebagai pengendali dan pengawas seharusnya bertanggungjawab," kata Tim Hukum Abu Tours, Hendro Saryanto kepada Tribun Timur, Jumat (2/11/2018).

Baca: Pemkab Luwu Timur Bantu Pembangunan Jalur Pejalan Kaki di Banua Pangka

Baca: Jamu Persipura, Eks Cakades Moncongloe Prediksi PSM Menang Tipis

Baca: NA: Sulsel Bukan Saingan Jawa, Tapi MNP Bisa Mengubahnya

CEO abutours, Muh Hamzah Mamba menggunakan rompi tahanan disela mengikuti sidang perdana kasus penipuan umroh Abutours di pengadilan negeri, Jl Kartini, Makassar, Rabu (19/9). Dalam sidang tersebut Muh Hamzah Mamba menggunakan sandal kulit Andrew jenis Remy model slip on seharga 1 juta di situs belanja online. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut disaksikan ratusan jemaah atau agen yang menjadi korban.
CEO abutours, Muh Hamzah Mamba menggunakan rompi tahanan disela mengikuti sidang perdana kasus penipuan umroh Abutours di pengadilan negeri, Jl Kartini, Makassar, Rabu (19/9). Dalam sidang tersebut Muh Hamzah Mamba menggunakan sandal kulit Andrew jenis Remy model slip on seharga 1 juta di situs belanja online. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut disaksikan ratusan jemaah atau agen yang menjadi korban. (sanovra/tribuntimur.com)

Menurut Hendro salah satu penyebab sehingga PT Abu Tours batal memberangkat calon jamaah karena tiba tiba dicabut izinya, sehingga merugikan mereka.

Sementara perusahan itu dianggap masih memiliki itikad baik untuk memberangkatkan ribuan calon jamaah itu, meskipun secara bertahap.

Baca: MotoGP 2018-- Jadwal Lengkap Kualifikasi MotoGP Malaysia: Marquez Kedua, Alex Rins Perkasa di FP2

Baca: 16 Kampus Ikut Lomba Karya Tulis Kemaritiman di Unhas

Selain dicabut izinya, perusahan Abu Tours juga telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan,sehingga nasib pemberangkatan calon jamaah semakin tidak jelas.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved