Siswi SMP Digilir 5 Remaja di Luwu Utara, Begini Reaksi Dinas Perlindungan Anak

Kepala DP2PA Luwu Utara, Nurhusnah, mengaku akan memberikan pendampingan kepada korban saat hari libur sekolah.

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kabupaten Luwu Utara angkat bicara terkait pemerkosaan siswi SMP oleh lima orang remaja.

Kepala DP2PA Luwu Utara, Nurhusnah, mengaku akan memberikan pendampingan kepada korban saat hari libur sekolah.

"Kita akan melakukan pendampingan dan penjangkauan saat korban libur sekolah seperti Sabtu dan Minggu. Karena kita tidak ingin mengganggu aktivitas belajarnya," ucap Nurhusnah, Kamis (1/1/2018 di ruang kerjanya.

Dalam melakukan pendampingan dan penjangkauan, DP2PA akan dikawal pihak kepolisian. Itu tertuang dalam standard operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan.

"Sampai saat ini DP2PA masih berkoordinasi dengan Polres Luwu Utara dan kami akan langsung mendatangi korban ataupun orangtua korban untuk melihat kondisi korban secara langsung," katanya.

Selain kepolisian DP2PA juga telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait. Tujuannya meminta bantuan psikolog anak. Psikolog nantinya memeriksa kondisi kejiwaan korban secara intensif.

"Kita juga akan tetap berusaha memberikan perlindungan hukum kepada korban. Begitu juga dari sisi kesehatan dan hak anak. Takutnya akibat perbuatan tersebut ada penyakit yang berdampak besar di kemudian harinya," katanya.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved