Sempat Memanas, Pilkades Bonto Matene Maros Berjalan Aman

Warga juga mengeluh lantaran tidak mendapat undangan pencoblosan dari Panitia Pilkades. Padahal warga tersebut, sudah memiliki hak pilih.

Sempat Memanas, Pilkades Bonto Matene Maros Berjalan Aman
HANDOVER
Sejumlah Desa Bonto Matene Kecamatan Mandai, Maros, mendatangi TPS untuk mencoblos calon kepala desa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Proses pencoblosan Kepala Desa (Kades) Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Maros, berjalan lancar dan aman, meski sebelumnya, Cakades sempat menuai protes

Sejumlah warga datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suranya. Mereka bergantian melakukan pencoblosan, Rabu (31/10/2018).

Sebelumnya, jelang Pilkades, Bonto Matene sempat memanas. Hal tersebut disebabkan adanya Cakades yang diduga menggunakan ijazah palsu. Namun tetap diloloskan untuk bertarung.

Baca: Hotman Paris Angkat Bicara Soal Kecelakaan Pesawat Lion Air, Ajak Pengacara Amerika Lakukan Ini

Baca: Tak Kunjung Diangkat Jadi PNS, Guru Honorer MTsN Bulukumpa Pilih Buka Usaha Rias Pengantin

Warga juga mengeluh lantaran tidak mendapat undangan pencoblosan dari Panitia Pilkades. Padahal warga tersebut, sudah memiliki hak pilih.

Saat hari pencoblosan, kondisi kembali normal. Tidak ada lagi warga yang protes dan mempertanyakan, dua masalah yang terjadi, namun belum ada kejelasan dari Panitia Pilkades.

Seorang warga, Ancang berharap, proses pemilihan sampai penetapan Kades terpilih, dapat berjalan aman dan kondusif. Siapapun yang terpilih, pasti akan membangun desa.

Baca: Pidato Perdana Pangerang Rahim: Ilmu dan Pengalaman Taufan Pawe Paripurna

Baca: Replanting Sawit dan Jagung Jadi Fokus Kementan di Sulbar

"Semoga proses Pilkades dapat berjalan lancar. Siapa pun yang terpilih nantinya, pasti akan menjadikan desa Bontomatene, lebih maju dan berkembang," katanya.

Kepala Lingkungan, Bonto Ramba, Edi mengaku senang dan bangga melihat kesadaran warga untuk menentukan pilihannya.

"Harapan kami, siapa pun yang terpilih nantinya itu itulah, Kepala Desa yang terbaik. Itulah Kades keinginan warga," katanya.

Cakades dan pendukung yang kalah, tetap harus menerima kekalahannya. Sementara Cakades yang menang, tetap harus merangkul rivalnya.

Dia juga berharap, supaya warga tetap bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif. Warga juga diminta untuk tidak terprovokasi demi keamanan desa.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

v
Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved