Pencabulan Anak di Lutim

Pesan Khusus Ketua PN Malili Bagi Pelaku Pencabulan Bocah di Parumpanai

Ia pun mengingatkan orang tua agar wajib menjaga anaknya dari kemungkinan terjadinya kejahatan.

Pesan Khusus Ketua PN Malili Bagi Pelaku Pencabulan Bocah di Parumpanai
HANDOVER
Jasmin (25), warga Dusun Birono Jaya, Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Khairul turut bereaksi soal kasus pencabulan dan pembunuhan bocah berinisial SNH (8), Selasa (30/10/2018).

Dimana pelaku dalam kasus itu adalah Jasmin (25) warga Dusun Birono Jaya, Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Hakim PN Malili tidak segan-segan menjatuhkan pidana yang setimpal dengan perbuatan yang tergolong sadis tersebut," kata Khairul kepada TribunLutim.com, Rabu (31/10/2018).

Khairul mengajak keluarga korban tetap menghormati proses hukum yang berlaku.

"Saya mengharapkan masyarakat tetap percaya pada penegak hukum jangan bertindak main hakim sendiri," imbuhnya.

Ia pun mengingatkan orang tua agar wajib menjaga anaknya dari kemungkinan terjadinya kejahatan.

Menurutnya, seringkali kejahatan terjadi pada anak berawal dari adanya kesempatan yang biasanya dilakukan orang terdekat ato cukup dikenal oleh anak.

Pelaku pencabulan dan pembunuh SNH hanya terancam hukum 15 tahun penjara.

Adapun pasal yang diterapkan kepada pelaku adalah pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Albar Andi Malloroang.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved