Pemilu 2019

Mau Silaturahmi, Caleg Hanura Lutim Ini Ngaku Dicegat di Pamona

Tepatnya di wilayah Perumahan Kelapa Sawit, Lambarese Pamona, Kecamatan Burau,

Mau Silaturahmi, Caleg Hanura Lutim Ini Ngaku Dicegat di Pamona
HANDOVER
Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Politik DPC Hanura Luwu Timur, Alpian 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Caleg Hanura Luwu Timur, Eva Wahyuningsih mengaku mendapat diskriminasi saat silaturahmi dengan warga di Kecamatan Burau, Selasa (30/10/2018).

Tepatnya di wilayah Perumahan Kelapa Sawit, Lambarese Pamona, Kecamatan Burau, sekitar pukul 20.00 Wita, waktu itu.

Eva adalah caleg perempuan Hanura Luwu Timur daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Wotu-Burau.

Eva mengaku dicegat dan mendapat perlakuan kasar dijalan saat hendak silaturahmi di kediaman kerabatnya Perumahan Kelapa Sawit.

Ia dicegat oleh pendukung caleg lain dari dapil yang sama, Wotu-Burau.

"Tadi malam kita di cegat-cegat dari calon partai lain di Perumahan Kelapa Sawit, Lambarese Pamona," kata Eva dalam rilisnya kepada TribunLutim.com, Rabu (31/10/2018).

aleg Hanura nomor urut 3 mengaku diundang kerabatnya untuk hadir di tempat tersebut. "Kita diundang masuk, tapi hampir dipukul adikku di mobil," imbuhnya.

Eva menambahkan, tim caleg yang mencegat melarang untuk masuk ke wilayah tersebut karena diklaim wilayah calonnya.

"Dia bilang jangan macam-macam masuk wilayah sini, ini sudah wilayah Manto," ungkap Eva menirukan perkataan orang tersebut.

Manto tidak lain adalah sapaan akrab Caleg Nasdem Luwu Timur, Irmanto Hafid yang juga maju di Dapil Wotu-Burau.

Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Politik DPC Hanura Luwu Timur, Alpian menyayangkan tindakan oknum yang mencegat rekannya.

Menurutnya, demokrasi saat ini tidak mengedepankan sikap atau cara premanisme seperti yang ditunjukkan oknum tersebut.

"Kita harap caleg beri pendidikan politik kepada pendukungnya. Jangan pakai cara premanisme," kata Alpian.

Caleg kata dia juga harus punya tanggung jawab mengkampanyekan demokrasi aman dan damai agar pileg melahirkan calon berkualitas bukan premanisme. (*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved