Keberatan Tiga Terdakwa Kasus Abu Tours Ditolak, Agen dan Jamaah Ucapkan 'Alhamdulillah'

Para korban meminta agar terdakwa Abu Tours mengembalikan uang yang telah mereka gelapkan atau memberangkatkan mereka

Keberatan Tiga Terdakwa Kasus Abu Tours Ditolak, Agen dan Jamaah Ucapkan 'Alhamdulillah'
sanovra/tribuntimur.com
CEO abutours, Muh Hamzah Mamba menggunakan rompi tahanan disela mengikuti sidang perdana kasus penipuan umroh Abutours di pengadilan negeri, Jl Kartini, Makassar, Rabu (19/9). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar menolak nota keberatan atau eksepsi tiga terdakwa kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang dana jamaah umrah senilai Rp 1,2 Triliun.

Ketiga terdakwa itu istri bos PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours), Hamzah Mamba, Nur Syariah alias Riah. Komisaris Abu Tours, Khaerudin dan Mantan Manajer Keuangan Abu Tours, M. Kasim.

Putusan inipun disambut gembira ratusan jamaah, agen dan mitra yang menjadi korban Abu Tour. "Alhamdulillah," teriakan para agen di ruang pengunjung sidang utama Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (31/10/2018).

Selain itu, para agen, jamaah dan mitra Abu Tours yang menjadi korban biro perjalanan haji dan umrah beberapa kali meneriaki dengan kata hujatan sembari menunnjuk nunjuki terdakwa di ruang persidangan.

Para korban meminta agar terdakwa Abu Tours mengembalikan uang yang telah mereka gelapkan atau memberangkatkan mereka. "Sebenarnya kami menginginkan agar tetap diberangkatkantan, ujar seorang jamaah.

Putusan sela dibacakan langsung Majelis Hakim yang dipimpin langsung Denny Lumban Tobing sebagai Ketua Majelis Hakim dan dua hakim anggota lainya. Putusan sela itu disampaikan secara terpisah dalam waktu yang berbeda.

Dalam putusan, Majelis Hakim menolak eksepsi atau keberatan terdakwa atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya. Hakim berpendapat dalil eksepsi terdakwa yang menilai dakwaan JPU tidak cermat; perlu ada pembuktian.

Selain itu, eksepsi terdakwa yang menyatakan jamaah yang menjadi korban tidak jelas dalam dakwaan, kata Hakim perlu pembuktian di dalam persidangan.

"Semua dalil eksepsi tidak beralasan. Maka harus ditolak. Majelis hakim memandang untuk tetap melanjutkan pemeriksaan pokok perkara sampai berakhir;" ujarnya.

Pantauan Tribun dalam persidangan berlangsung mendapat pengawalan petugas Kepolisian. Setidaknya da lima personil Kepolisian berpakaian dinas dan pakaian biasa berdiri di depan ruang sidang dan belakang hakim.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved