Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar Incar PNS Ilegal

Pihak kepolisian curiga pemalsuan berkas tes CPNS sudah beraksi dalam lima tahun terakhir.

Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar Incar PNS Ilegal
abdiwan/tribuntimur.com
Kepolisian merilis kasus penipuan kartu ujian CPNS di Polrestabes Makassar, Jl Jend. Ahmad Yani, Senin (29/10/2018). Enam tersangka diamankan diantaranya empat joki, satu peserta dan satunya adalah Broker atau penyedia Jasa yang ditangkap karena melakukan penipuan dan pemalsuan berkas berupa surat-surat untuk CPNS di Kemenkumham. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar menyelidiki oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang lulus tes PNS memakai Joki.

Penyelidikan Polda dan Polrestabes ini berdasarkan dugaan kasus pemalsuan tes CPNS Kemenkumham RI tanggal 28 Oktober 2018 lalu, di Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan, pihaknya berkoordinasi dengan Polda lain untuk penyelidikan kasus itu.

"Jadi kita akan koordinasi dengan Polda seluruh Indonesia agar menyelidiki PNS ilegal yang masuk lewat jalur Joki," kata Kombes Dicky, Selasa (30/10/2018).

Baca: Sudah Punya Gaji sebagai Dokter, Masih Juga Oknum Dokter Makassar Jadi Joki Tes CPNS Kemenkumham

Baca: Terciduk Pakai Joki, Empat Pelamar CPNS Kemenkumham Tak Bisa Jadi PNS Seumur Hidup

Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar terus mendalami kasus ini, karena saat tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) enam pelaku ditangkap petugas.

Keenam pelaku di antaranya adalah, satu Broker atau penyedia Joki dr. Wahyudi, empat Joki, Martin Tumpak, Ahmad Lutfi, Hamdi Widi dan seorang peserta CPNS.

Pihak kepolisian curiga dalam kasus pemalsuan berkas tes CPNS ini, dr Wahyudi dan para broker lain sudah beraksi dalam lima tahun terakhir.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

"Mereka ini kan sudah beraksi berkali-kali, maka kecurigaan kami masih ada PNS yang lulus dengan cara ini, maka itu kami lakukan koordinasi," jelas Dicky.

Dalam kasus ini, Wahyudi punya andil besar mengatur Joki dan mengumpulkan peserta untuk penjaringan para peserta untuk ujian tes CPNS seluruh Indonesia.

"Jadi untuk Joki tahun ini pesertanya ini sudah mendaftar sejak bulan April 2018. Para joki ini nantinya akan dibayar dari pembayaran para peserta," ujar Dicky.

Baca: Oknum Pegawai Pelindo IV Makassar Buka Jasa Joki CPNS Kemenkumham RI

Baca: Joki Seleksi CPNS Kemenkumham di Makassar Terbongkar, Begini Modusnya

Pembayaran peserta yang masuk ke dr. Wahyudi mulai dari 120 juta hingga 150 juta untuk satu peserta yang mau untuk dicarikan joki pada saat tes ujian CPNS.

Para joki ini nanti akan dibayar dari 20 juta hingga 40 juta jika berhasil loloskan di ujian tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk PNS di Kemenkumham.

Sementara itu, Polda Sulsel dan pihak penyidik Polrestabes Makassar masih melakukan perburuan kepada sembilan joki dan Broker sindikat Wahyudi. (dal)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved