LPS: Risiko Likuiditas Diperkirakan Masih Tinggi

Per September 2018 cakupan penjaminan LPS secara jumlah rekening tercatat sebesar 99,9 persen atau 265,09 juta rekening

LPS: Risiko Likuiditas Diperkirakan Masih Tinggi
HANDOVER
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Berdasarkan data September 2018 cakupan penjaminan LPS masih memadai alias di atas mandat undang-undang, minimal sebesar 90 persen dari total nasabah.

Per September 2018 cakupan penjaminan LPS secara jumlah rekening tercatat sebesar 99,9 persen atau 265,09 juta rekening dari total rekening 265,53 juta rekening.

Baca: 15 Insiden Pesawat Lion Air, Delay 3 Hari karena Tabrak Burung hingga Tergelincir Gara-gara Sapi

Baca: Puluhan Pedagang Pasar Tradisional Kassi Pangkep Berharap Jatah Pasar Ditambah

Baca: Lengkapi Kendaraan Anda, Ini Jadwal Operasi Zebra 2018 di Sinjai

Atau setara nominal 52,61 persen sebesar Rp 2.419,7 triliun dari total nominal Rp 4.769,9 triliun.

"Melihat beberapa analisis tersebut, risiko likuiditas diperkirakan masih akan cukup tinggi pada periode Oktober hingga Januari 2019 yang dipicu beberapa faktor," kata Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti dalam siaran persnya, Selasa (30/10/2018).

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Antara lain potensi kenaikan Fed rate berikutnya pada Desember 2018, penguatan indeks dollar Amerika Serikat (AS), kekhawatiran dampak perang dagang.

Volatilitas di pasar finansial yang tinggi serta dampak rencana saksi AS terhadap Iran yang menjadi downside risk bagi kondisi likuiditas di pasar keuangan dalam negeri.

"Di sisi lain, perbankan hingga saat ini masih berada dalam proses penyesuaian merespon kenaikan kebijakan moneter di tengah laju pertumbuhan kredit yang relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan simpanan," katanya.(aly)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved