Telkom Dalami Smart City Kota Makassar, Diskusi Bareng Expert

Diskusi mendalami model pengukuran kinerja smart city, faktor penentu sukses smart city, peta peran stakeholder smart city

Telkom Dalami Smart City Kota Makassar, Diskusi Bareng Expert
FADLY
PT Telkom Regional 7 KTI menggelar expert panel discussion membahas implementasi smart city, khususnya penerapannya di Makassar, Kamis (25/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Telkom Regional 7 KTI menggelar expert panel discussion membahas implementasi smart city, khususnya penerapannya di Makassar, Kamis (25/10/2018).

Hadir sebagai pembahas pada diskusi tersebut Executive Vice President Telkom Regional 7 KTI Aris Dwi Tjahjanto, Coordinator Group of Faculty Member Telkom Prasabri Pesti, Guru Besar Unhas Prof Aris Baso, dosen Unhas Dr Muhammad Agung, dosen UIN Makassar Muniardi, Kasie Aplikasi dan Telematika Diskominfo Kota Makasar, Jusman, wakil pelaku bisnis Alamsyah , serta unsur PT Telkom.

Diskusi mendalami model pengukuran kinerja smart city, faktor penentu sukses smart city, peta peran stakeholder smart city, dan bagaimana penerapannya untuk Kota Makassar.

Baca: LAGI VIRAL Lagu Karna Su Sayang Sule Perkenalkan Wajah Penyanyi Aslinya, Intip Foto-fotonya!

Dalan siaran persnya, Jumat (26/10/2018) EVP Telkom KTI, Aris Dwi Tjahjanto menyampaikan pentingnya melakukan kajian mendalam model pengelolaan smart city untuk melihat ketepatan cetak biru, faktor sukses dan strategi penerapan smart city sehingga implementasi smart city berdampak cepat pada peningkatan kualitas pengelolaan kota.

“Telkom sebagai penyedia infrastruktur ICT dan layanan digital selalu siap mendukung pemerintah daerah dalam percepatan smart city," kata Aris.

Pada diskusi ini dipaparkan Model Kinerja Kota Cerdas oleh Prasabri Pesti, Coordinator Group of Faculty Member Telkom, yang sedang melakukan kajian implementasi smart city di Indonesia.

Baca: Nasib Becak Motor Makassar, 5 Tahun Lalu Rp12 Juta, Kini Bangkainya Dihargai Rp240 Ribu

Kandidat Doktor Ilmu Manajemen Universitas Padjadjaran ini menjelaskan dimensi pengukuran kinerja smart city yakni e-governance, pertumbuhan ekonomi kota, kualitas hidup masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.

Menurutnya, ada lima faktor yang diduga mempengaruhi kinerja smart city yakni kemampuan inovasi pemerintah daerah, kemampuan kemitraan, kemampuan adaptasi lingkungan eksternal, dan kemampuan menguatkan kapabilitas unik pemerintah derah, serta didukung oleh literasi digital masyarakat.

Menurutnya masih sangat banyak ruang untuk improvement pengelolaan kota cerdas di Indonesia. Khusus Kota Makasar, Prasabri menyorot tingginya kemampuan inovasi layanan publik oleh Pemerintah Kota Makassar dengan memanfaatkan teknologi digital.

Baca: SSCN BKN - Ingin Lulus Tes SKD CPNS 2018? Pelajari 3 Jenis Soal Berikut Ini, Semoga Sukses!

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved